Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Warga Diminta Tenang! Disperindag Pastikan Stok Beras Premium di Kepri Aman

Foto beras premium di Kepri. (ft anto)

Foto beras premium di Kepri. (ft anto)

Batam – Persediaan beras premium di Kepri masih dalam kondisi aman dan berkualitas. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam bergerak cepat dengan meninjau langsung gudang-gudang distributor untuk memastikan bahwa beras yang beredar benar-benar layak dikonsumsi masyarakat.

Pekan ini, Dinas Perindag telah melakukan pemeriksaan di tujuh gudang distributor utama yang tersebar di Kota Batam. Pemeriksaan itu menyasar beras yang sudah dalam kemasan maupun yang sedang dalam proses pengemasan oleh distributor lokal.

 “Kami sudah cek semua secara menyeluruh. Tidak menemukan beras oplosan. Kondisi fisiknya juga bagus dan berat kemasan sesuai,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindag Batam, Wahyu, seperti dikutip dari ariranews.com.

Wahyu menegaskan bahwa hingga saat ini, beras dari merek lokal di Batam terbukti aman dan memenuhi standar. Meskipun beberapa merek besar seperti Sania dan Bumi Ayu Setra Ramos juga beredar di pasaran, pihaknya belum menjadikan produk tersebut sebagai prioritas pengecekan.

Distribusi Lancar, Warga Diimbau Bijak Memilih

Dinas Perindag pun mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap bijak dalam memilih. Jika ada keraguan terhadap beberapa merek yang sempat masuk dalam kasus beras oplosan di Pulau Jawa, masyarakat mestinya memilih beras dari penyedia lokal.

 “Lebih baik ambil yang lokal. Itu lebih aman dan jelas asal-usulnya,” kata Wahyu menambahkan.

Langkah antisipatif ini juga menjadi bentuk perlindungan bagi konsumen, sembari menjaga agar pasar beras tetap stabil dan agar warga tidak khawatir yang berlebihan.

HKTI Tegaskan Belum Ada Temuan Oplosan di Kepri

Sementara itu, Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kepri, Budi Lesmana, juga menyuarakan ketenangan. Ia memastikan bahwa sejauh ini belum ada peredaran beras oplosan di wilayah Kepri.

“Nah, untuk Kepri, kami belum ada temuan. Intinya kami akan jaga terus supaya kejadian seperti di daerah lain tidak sampai terjadi di sini,” ujar Budi.

Tak hanya itu, Budi juga mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk mengevaluasi rantai distribusi secara menyeluruh. Ia berharap apabila di kemudian hari tim menemukan pelanggaran, aparat penegak hukum bisa langsung bertindak tegas. (rst)

Exit mobile version