Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Warga Binaan Rutan Kelas IIB Karimun Ciptakan Produk Berkelas Nasional! Silakan Pesan

Karimun, Lendoot.com – Jika Anda beranggapan warga binaan di rumah tahanan (Rutan) hanya duduk-duduk, kerja bakti, atau sekedar makan tidur untuk menghabiskan masa tahanannya, anggapan Anda tidak sepenuhnya tepat.

Di Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau misalnya. Tahanan tidak hanya mendapatkan pembinaan secara moril, tetapi juga berkarya sesuai keahliannya.

Baru-baru ini, Rutan tersebut membentuk UD Mora Jaya.  Ya, itu nama usaha dagang milik Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun. UD Mora Jaya ini bergerak dibidang pembuatan dan pemasaran hasil karya warga binaannya.

Berbagai miniatur keren kelas nasional mulai dari kapal, mobil, motor, peralatan rumah tangga, bingkai foto hingga tempat tisu yang terbuat dari bahan kayu, kain bekas hingga barang tak terpakai lain yang bernilai seni tinggi, dibuat warga binaan  di sini.

Seluruh karya seni ini dibuat langsung oleh sejumlah tangan warga binaan yang digurui Tahanan Pendamping (tamping) yang bergabung dalam UD Mora Jaya tersebut.

Indra Ricci ,  seorang warga binaan pengrajin miniatur ini mengaku senang dapat menyalurkan bakat dan keahliannya. Menurutnya, kegiatan ini dapat menghilangkan kejenuhan saat berada di dalam jeruji besi.

“Untuk membuat miniatur ini memerlukan waktu pengerjaan mulai dari 1 hingga 10 hari, tergantung dari tingkat kerumitan miniatur yang dibuat,” ujar Indra Ricci kepada wartawan Lendoot.com.

Indra mengatakan, dengan adanya wadah dan peralatan yang disiapkan oleh rutan Karimun, dia bisa mengembangkan bakatnya.

“Saya bisa mengembangkan bakat saya saat di Rutan. Selain itu, jika ada pesanan, saya juga akan mendapatkan bonus. Ya lumayan lah buat bekal saya nanti jika sudah keluar dari sini,” ungkapnya.

Sementara petugas pendamping Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Karimun, R. Simamora mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu wujud pembinaan yang dilakukan kepada para Narapidana.

“Ini salah satu wujud pembinaan kita. Dari pihak Rutan sendiri hanya menyediakan alat, mulai dari stik kayu, kayu kecil, hingga kain bekas untuk bahan pembuatan karya seni itu. Untuk waktu pengerjaan dilakukan oleh WBP dibawah pengawasan kita,” kata R. Simamora.

Mora mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya tidak memiliki kendala, hanya saja seluruh karya seni itu belum mempunyai tempat pemasaran yang pasti.

“Kita memanusiakan manusia, jika mempunyai hobi yang positif pihak Rutan akan memfasilitasi, apa lagi membuat karya seni. Selain memberi WBP kegiatan.”

“Jika ada pesanan tentu mereka akan mendapat uang tambahan untuk bekal mereka saat menjalani masa hukuman. Saat keluar nanti mereka juga udah punya modal maupun uang untuk menjalankan kehidupan normal,” ungkap Mora mengakhiri.

Saat ini, hasil Karya seni dari WBP itu sangat membutuhkan perhatian khusus  dari berbagai kalangan terutama untuk bidang pemasaran.

Sangat sayang jika tidak dipasarkan secara luas, selain bisa membantu bagi penghuni Rutan itu sendiri, juga untuk kegiatan positif bagi warga binaan. Sehingga saat menjalankan hukuman dalam penjara waktunya tidak terbuang percuma.

Bagi masyarakat yang ingin menghiasi rumah dengan Miniatur, bisa langsung datang ke Rutan Karimun.

Selain miniatur yang sudah ada, anda juga bisa memesan miniatur sesuai keinginan yang anda mau hanya dengan memberikan foto. (msa)

Exit mobile version