Karimun, Lendoot.com – Masyarakat RT 02 RW 03, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral menolak aktivitas penimbunan tanah reklamasi yang berada di lokasi pantai Pak Imam, Rabu (12/9/3018) sore.

Penolakan itu disebabkan karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat setempat akan adanya aktivitas penimbunan tanah tersebut.

“Saya mewakili warga Baran I pantai pak Imam, merasa keberatan atas penimbunan tanah di tempat kami, karena belom ada koordinasi antara pemilik tanah dengan warga,” ujar Holik yang merupakan perwakilan warga.

Menurutnya, atas aktivitas penimbunan tersebut, warga mendapat imbas seperti debu serta rawan terjadi keretakan pada rumah mereka akibat lori bermuatan tanah yang lalu lalang lewat di depan rumah.

“Di lokasi saat ini kami dari pemuda setempat bersama pak RT dapat keluhan oleh warga kami yang dekat dengan lokasi itu bahwa akibat lori yang lewat rumahnya selalu berdebu dan takut terjadi retak,” tuturnya.

Holik menjelaskan, untuk menanyakan terkait izin, ia telah mengkonfirmasi kepada pihak kelurahan bahwa sudah ada laporan kepada mereka. Namun warga menyesali masyarakat tidak diberitahu sebelum penimbunan dilakukan.

“Kami sudah konfirmasi pihak kelurahan katanya sudah ada laporan ke mereka, cuma yang kami sesalkan jika memang sudah ada laporan kenapa masyarakat tidak diberitahu. Kami tidak tahu penimbunan ini, seperti apa teknisnya kami tidak tahu, setidaknya mereka permisi lah. Kami menyesalkan hal ini, masa kami tidak tahu apa kegiatan yang terjadi didepan rumah kami,” jelasnya dengan kesal.

Selain itu, warga juga mempertanyakan reklamasi laut. Mereka melihat di lokasi tersebut ada penimbunan yang dianggap tidak wajar. Penimbunan itu dilakukan dari bibir pantai hingga ke laut hampir sekitar 30 meter.

“Kami harap warga bodoh ini Ingin kejelasan, apakah izinnya sudah lengkap atau gimana. Anggaplah kami disini ada. Jika izinnya sudah lengkap silahkanlah kami pun senang di kampung kami ada pembangunan,” tambahnya.

Diketahui penimbunan tanah itu sudah berlangsung sejak tiga hari belakangan ini. Untuk lori yang telah masuk sekitar ratusan lori. Pantauan Lendoot.com tempat tersebut telah ditutup warga menunggu kejelasan dari masing-masing pihak. (Riandi)