Penasri dari PBS Karimun saat berlomba d Jakarta, beberapa hari lalu. (istimewa)
Penasri dari PBS Karimun saat berlomba d Jakarta, beberapa hari lalu. (istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Tim penari sanggar tari Pelangi Budaya Studio (PBS) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau kembali mengharumkan Karimun. Prestasi ini diukir dalam ajang Lomba Tari Zapin Kreasi Nusantara l Tahun 2018 di Anjungan DKI Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (10/11/2018) kemarin.

PBS Karimun unjuk kebolehan di bidang seni tari melawan 31 peserta yang terdiri dari enam provinsi dan 31 kota/kabupaten di Indonesia. Enam provinsi itu yakni; Provinsi DKI Jakarta, Aceh, Jambi, Bengkulu, Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

Di akhir lomba, ketiga dewan juri memutuskan Sanggar Tari PBS tim I dari Provinsi Kepulauan Riau berhak mendapatkan juara 2 dengan tarian Riak Beriring. Sementara tim II mendapat predikat Penata Tari Berbakat dengan tarian Zapin Tengkah Marwas.

Salah satu tim juri Tom Ibnur menjelaskan, dalam kriteria penilaian ialah, peserta  harus memaknai dari pada khas zapin itu sendiri. Kemudian garapan tarian, musik dan busana juga menarik untuk ditunjukkan.

“Untuk kriteria penilaian, bagaimana sesungguhnya kita mengangkat zapin itu sendiri dengan gaya khasnya. Kemudian garapan musiknya, tata hias busana dan lain sebagainya yang ditunjukkan,” jelasnya.

Ibnur menuturkan, para menari dari sanggar Tari Pelangi Budaya Studio (PBS) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau cukup mengagumkan dalam aksinya menari di atas panggung.

“Kalau berbicara tentang Karimun menarik bagi saya, selain saya pernah ke sana bahkan saya pernah menari dan belajar di sana. Cukup mengagumkan penarinya,” tuturnya.

Selain itu, Kepala Unit Pengelola Anjungan DKI dan Graha Wisata, Fadlan Zuhran menjelaskan, ajang tersebut merupakan kegiatan perdana yang terselenggara dalam rangka peringatan hari pahlawan.

Sukses menyelenggarakan ajang tersebut, kedepan ia akan menggelar kembali kegiatan tersebut lebih besar lagi dengan memperluas peserta yang mengikuti agar zapin di DKI Jakarta tidak hilang.

“Kegiatan ini pertama kali dalam rangka hari pahlawan. Diikuti sebanyak 31 peserta (sanggar) Dari Jakarta, Kepri, Aceh dan Riau. Kami berharap, zapin di jakarta ini kan sudah jarang, jadi kita akan tumbuhkembangkan lagi jangan sampai hilang dan InshaAllah tahun depan akan kita besarkan lagi mungkin peserta juga lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan sekaligus Koreografer Sanggar Tari Pelangi Budaya Studio Kabupaten Karimun, Ahadian Zulseptriadi merasa bersyukur atas prestasi yang diraih para penarinya.

“Alhamdulillah perjuangan kami selama sebulan ini tidak sia-sia dan membuahkan hasil yang positif. Penari Tim I kita mendapatkan juara 2 dan Tim II mendapat gelar penata tari berbakat di ajang Lomba Tari Zapin Kreasi Nusantara l Tahun 2018 di Anjungan DKI Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta,” paparnya.

Dikesempatan ini, Pria yang akrab disapa Adi ini juga mengucapkan ribuan terimakasihnya kepada istri Gubernur Kepri Noor Lizah Nurdin dan Bupati Karimun Aunur Rafiq serta orang tua anak didik yang telah support dalam acara ini.

“Saya berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ibuk Gubernur Provinsi Kepri Ibu HJ. Noor Lizah Nurdin, orang tua anak didik, CK dan BDS Yang sudah support kami  memberikan bantuan moril dan materiil , Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala Membalas Kebaikan Ibuk dan Bapak semuanya,” tambahnya. (riandi)