Sejumlah pasien sedang menunggu petugas Puskesmas Tebing yang belum juga datang, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.45 WIB (saat foto ini diambil). insert jadwal yang pelayanan yan seharusnya. (foto istimewa)
Sejumlah pasien sedang menunggu petugas Puskesmas Tebing yang belum juga datang, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.45 WIB (saat foto ini diambil). insert jadwal yang pelayanan yan seharusnya. (foto istimewa)

Karimun, Lendoot.com – Alasan Kepala Puskesmas Tebing, Muhd Aristowibowo tentang lambatnya pelayanan dasar kesehatan masyarakat, membuat pasien tambah geram. Pasalnya, hujan yang menjadi alasan petugas Puskesmas datang terlambat memberi pelayanan, dianggap sebagai alasan yang tidak masuk akal.

“Karena hujan? Lalu terlambat melayani masyarakat? Alasan yang memalukan. Kami ini yang sakit-sakit saja dapat datang ke Puskesmas, kenaap mereka tidak bisa? Alasannya mengada-ada, dan sangat memalukan wajah pemerintah daerah (Pemda Kabupaten Karimun-red),” kata seorang warga yang namanya wanti-wanti tidak disebutkan setelah membaca berita di media online Lendoot.com tersebut, pagi ini.

Membandingkan dengan anggaran sektor kesehatan yang setiap tahunnya terbilang mendapat jatah paling besar dari pada sektor lainnya, membuat pasien tersebut, semakin geram. “Anggaran kesehatan kan paling besar, tetapi pelayanannya seperti ini? Bikin malu saja,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Tebing Muhd Aristowibowo SKM yang dikonfirmasi Lendoot.com mengaku sedang mengikuti pelatihan di Batam. “Terimakasih informasinya, pak. Saya sedang di Batam sekarang, jadi saya tidak tahu. Nanti saya coba konfirmasi  dulu dengan teman-teman di Puskesmas ya?” jawabnya.

Tak lama berselang, pria yang kerap disapa Bowo itu kembali menghubungi Lendoot.com. Dia mengatakan kondisi cuaca yang ekstrem atau hujan menyebabkan pegawai terkendala berangkat ke Puskesmas tersebut.

“Saya sudah tanyakan ke teman-teman di Puskesmas. Memang pelayanan terlambat karena cuaca hujan deras, pak. Jadi pegawai kita terlambat datang. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan mohon pengertian masyarakat,” pungkas Bowo. (sjs)