Karimun, Lendoot.com – SMPS Vidya Sasana melakukan penandatangan pernyataan wilayah bebas Bullying yang melibatkan seluruh internal sekolah.

Aksi itu sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan bullying yang dapat menimbulkan dampak terhadap pertumbuhan mental anak.

Penandatanganan pernyataan itu langkah konkret untuk menanamkan kepada anak untuk berprilaku baik dan stop melakukan bullying di sekolah.

Selain itu, SMPS Vidya Sasana juga menjadi sekolah ramah anak yang tujuannya untuk membuat anak lebih nyaman dalam menjalankan aktifitasnya disekolah.

Kepala SMPS Vidya Sasana Syaiful Bahri melalui Wakilnya Bobby Hartanto mengatakan, adapun tujuan penandatanganan pernyataan teraebut jalah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman serta bebas dari Bullying.

“Perilaku bullying bisa berdampak kepada mental anak, bahkan bisa mengakibatkan depresi. Kita ingin lingkungan sekolah ini bebas dari sikap Bullying dan dapat memberikan kenyamanan kepada anak ketika bersekolah,” kata Bobby Rabu (10/10/2018).

Adapun dalam penerapannya pihak sekolah mengandeng seluruh unsur sekolah dari Komite sekolah, guru hingga seluruh siswa untuk bersama- sama menyatakan penolakan terhadap perilaku Bullying.

“Perilaku tidak baik ini harus segera dihentikan. Guru-guru berperan dalam pengawasannya dan apabila ditemukan tengu akan ada sanksi tegas dari sekolah. Kita hanya ingin siswa memiliki sikap berprilaku baik,” katanya.

Bobby mengatakan, sejauh ini memang belum ditemukan perilaku bullying yang berdampak menganggu mental anak, seperti tidak percaya diri atau depresi.

Namun demikian, apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini, hal itu tidak menutup kemungkinan bisa terjadi.

Program wilayah bebas bullying dan ramah anak merupakan bentuk dukungan Dinas Pendidikan Karimun atas ditetapkannya Kabupaten Karimun menjadi daerah layak anak. Sampai saat ini, sudah 19 SMP dan 22 SD yang telah menerapkan program tersebut. (Parulian Turnip)