Karimun, Lendoot.com – Berdasarkan dari data Badan Narkotika Nasional Kabupaten Karimun (BNNK). Provinsi Kepri menempati posisi ke-4 sebagai tempat peredaran narkoba tertinggi dengan jumlah bandarnya mencapai 1.515 orang. Sedangkan untuk posisi pertama di tempati Provinsi Aceh.

Hal ini disampaikan oleh kepala BNNK Kabupaten Karimun, Kompol Ahmad Sholeh saat menghadiri kegiatan dialog bulanan Jurnalis Karimun (JK) beberapa waktu lalu di Gedung Nilam Sari.

“Saat ini di Indonesia Kepri menempati peringkat keempat seluruh indonesia terkait peredaran narkoba. Angka penyalahgunaan narkoba di Kepri ini mencapai 41 ribu,” kata Ahmad Sholeh.

Dari data tersebut, pihaknya saat ini telah mencatat sebanyak 79 orang yang telah di rehabilitas oleh BNNK Karimun, dengan alat bukti kurang lebih 3 kilogram dan tersangka 16 orang.

Ahmad Sholeh mengatakan, untuk menekan angka peredaran narkoba di Karimun diperlukan kerjasama yang baik antara seluruh stakeholder terkait, mulai dari pemerintah daerah, penegak hukum dan pelaku usaha harus terus bersinergi.

“Peredaran narkoba sudah menyentuh level aparat penegak hukum. Makanya, sulit bagi kita untuk memutus rantai peredaran narkoba, sehingga wajar kalau Karimun disebut darurat narkoba,” katanya. (ian)