Karimun, Lendoot.com – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menutup secara resmi Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Tebing 2018, di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Senin malam (5/3/2018). Pada kesempatan tersebut, Aunur Rafiq, puji kekompakan masyarakat Desa Pongkar.

“Dari 12 kecamatan yang kita kunjungi, semua masyarakat antusias untuk memeriahkan MTQ ini sangat luar biasa, terlebih MTQ Desa Pongkar ini. Ini menunjukkan kuatnya silaturahim di masyarakat Kecamatan Tebing. Berbagai suku, ras itu bukan menjadi kelemahan namun jadikan itu kekuatan tersendiri,” kata Rafiq.

Rafiq juga mengatakan, dari 12 Kecamatan yang melaksanakan MTQ tingkat Kecamatan memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun yang telah ikut mensukseskan pelaksanaan tahunan tersebut.

“Kesempatan ini saya atas nama pemerintah kabupaten Karimun memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas apa yang dilakukan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Karimun di 12 kecamatan tentang pelaksanaan MTQ tahun 2018,” ujarnya.

Rafiq menambahkan, Dengan terselenggaranya Pelaksanaan MTQ tahun 2018 ini, persoalan-persoalan sosial yang ada di Kabupaten Karimun seperti LGBT, Pedofil, Pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga dan kenakalan remaja dapat ditepis masyarakat.

“Semoga dengan dilaksanakannya MTQ ini, masyarakat lebi rajin membaca Al-Qur’an, mempelajari, memahami dan mengaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari, mudahan-mudahan generasi muda akan baik dan tangguh,” ucap Rafiq.

“Apalagi saat ini, sangat miris dan mengkhawatirkan tentang berbagai persoalan sosial yang terjadi di kabupaten antara lain, LGBT, Pedofil, Pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga termasuk kenakalan remaja dan narkoba,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Meral Herisa Anugerah juga berharap, dengan pelaksanaan MTQ ini, akan muncul generasi yang Qurani, berilmu, beriman serta berakhlak mulia.

Sehingga mampu menggali potensi pemuda berbakat generasi muda di Kecamatan Tebing serta mewujudkan masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Orang beriman tanpa berilmu mudah tertipu, orang berilmu tanpa beriman mudah menipu,” ujarnya.(Riandi)