Batam, Lendoot.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam yang juga Wakil Gubernur Kepulauan Riau Marlin Agustina melihat masih banyak peluang usaha dari bahan ikan di Kota Batam.
Pengelolaan ikan jika digeluti secara serius bisa berubah menjadi emas, atau menghasilkan pendapatan yang bernilai emas di tengah masyarakat. Untuk itu Marlin tak segan memberikan caranya ini kepada masyarakat.
Salah satu langkahnya, Marlin menggelar pelatihan pengolahan hasil prikanan yang dieglar di Fasum Perumahan Aviari, Griya Pratama, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, beberapa hari lalu.
Ikan, apabila dikelola dengan baik dan benar, katanya dengan nada pasti, akan mendatangkan keuntungan yang sangat menjanjikan. Sebab, ikan masih memiliki prospek bisnis yang sangat cerah.
Ibu-ibu di Perumahan Aviari, Griya Pratama, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam tampak bersemangat mengikuti pelatihan pengelolaan hasil prikanan yang memiliki harga jual tersebut.
“Dengan 96 persen wilayahnya yang terdiri dari lautan, dengan kondisi geografis yang terdiri atas 2.408 pulau, Kepri memiliki potensi perikanan sebesar 1,1 juta ton per tahun. Namun baru termanfaatkan 3,3 persennya,” ungkapnya.
Padahal, lanjut Marlin, Kepri menghasilkan berbagai komoditas ekspor unggulan seperti lobster, kepiting, ikan kerapu, ikan betutu, udang belalang, gonggong, kerang, rumput laut, udang vaname, dan ikan tenggiri.
“Melalui pelatihan ini, diharapkan nanti peserta tumbuh ide untuk memanfaatkan potensi emas ini dengan lebih maksimal,” ujarnya.
Hadir mendampingi Marlin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batam Hj Hariyanti Haryanti Jefridin, Deputi Executive General Manager Kantor Pos Batam Dicky Ermawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batam Mardanis, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Novi Harmadyastuti, dan para pemangku kepentingan lainnya. (*/rst)

