Para perawat sedang mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)
Para perawat sedang mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)

Karimun, Lendoot.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq, membuka pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bagi para perawat yang bertugas di Rumah Sakit maupun Puskesmas di Karimun diikuti sebanyak 60 orang tergabung dalam DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Karimun, Selasa (5/12/2017).

Pada kesempatan itu, Rafiq mengatakan peningkatan profesional seorang perawat harus mempunyai Surat Standar Registrasi (STR) yang diminta dari Pusat. Dimana STR tersebut, sebagai legalitas dalam prakteknya bisa terjamin dan berkekuatan hukum.

”Alhamdulillah, di Kabupaten Karimun semua perawat sudah memegang STR yang mencapai 564 orang. Ini berarti para perawat atau tenaga medis sudah bisa melaksanakan tugasnya dalam memberikan pelayanan kesehatan maupun penanangannya,” kata Rafiq.

Untuk meningkatkan profesional seorang perawat diperlukan pelatihan BTCLS. Hal itu diperlukan apabila memberikan pertolongan pertama kepada pasien atau korban di ruang gawat darurat, supaya dapat menyelamatkan jiwa pasien maupun korban tersebut.

Sementara itu, anggota DPRD Karimun Sulfanow Putra mengungkapkan, sangat mendukung dengan pelatihan bagi para perawat. Dimana, para peserta dalam pelatihan bisa diberikan sistem penanggulangan penderita gawat darurat terpadu, mampu mengenali keadaan yang mengancam nyawa pada penderita gawat darurat.

“Jujur ini hasil reses bersama PPNI Karimun beberapa waktu lalu, maka saya usahakan masukkan anggaran ke Pemerintah untuk diadakan pelatihan secara masal. Dan saya mengucapkan terimakasih terhadap organisasi PPNI Karimun, yang peduli kepada para profesional medis untuk meningkatkan skill dan mendapatkan sertifikat,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPD PPNI Karimun Mazlan menuturkan, pelatihan BTCLS kepada para perawat sangat penting. Mengingat, banyaknya pasien-pasien yang datang daripulau-pulau perlu penanganan gawat darurat dalam evakuasi ke Puskemas atau RumahSakit yang dirujuk.

“Nah, dalam pelatihan ini bisa dilihat langsung bagaimana teknis penanganan pasien gawat darurat. Mulai dari membawa pasien dari tempat asal, dalam perjalanan di kapal bagaimana penanganannya hingga ke rumah sakit rujukan,” ucapnya. (ian)