Karimun, Lendoot.com – Menanamkan diri setiap individu di masyarakat terkait literasi itu sangat penting. Literasi, adalah keterampilan penting dalam hidup selama proses pembelajaran manusia. Sebab budaya literasi yang tertanam dalam diri seseorang akan mempengaruhi tingkat keberhasilannya, baik di sekolah maupun di masyarakat.

Sebagai langkah menanamkan dan meningkatkan kemampuan dan kesadaran literasi pada individu di masyarakat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar program kegiatan yang mendukung konsep literasi ini. Adalah, gelaran Lomba Bercerita tingkat SD/MI se-Kabupaten Karimun.

Perlu diketahui secara garis besar, literasi sendiri ialah istilah umum yang merujuk pada kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang dalam berbahasa.

“Melalui membaca diharapkan dapat menyerap pengetahuan dan memberikan pengaruh budaya yang amat kuat terhadap pengembangan literasi. Untuk pengembangannya, kita menggelar lomba bercerita itu,” ujar Elviyendra, Sekretaris Panitia kepada Lendoot.com, siang tadi.

Kegiatan lomba itu, katanya, adalah satu upaya untuk mencapai tujuan dimaksud. “Kita membutuhkan upaya, wadah untuk mengembangkan kemampuan dan minat baca generasi muda, khususnya pelajar tingkat sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah. Dari sini kita dapat menampilkan kreatifitas dan bakat mereka,” paparnya.

Kegiatan lomba bercerita atau story telling ini dianggap tepat untuk dilaksanakan guna menstimulasi minat baca anak-anak, serta menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya kearipan lokal yang dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Kegiatan ini akan digelar pada 24-25 Maret 202 mendatang di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karimun.

Persertanya yakni, siswa-siswi SD/MI se-Kabupaten Karimun dengan jumlah peserta sebanyak 24 anak. Para juri terdiri dari guru SMU satu orang, penggiat literasi satu orang dan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, satu orang.

Kegiatan ini akan menerapkan protokol kesehatan baik pada peserta, pendamping, panitia dan dewan juri. Pada pelaksanaan perlombaan para peserta akan di panggil sebanyak empat orang peserta dan empat orang pendamping ke tempat acara.

“Ini kita lakuka dengan maksud agar tidak terjadi kerumunan. Acara ini direncanakan akan dibuka oleh Bapak Bupati Karimun,” tutup Elviyendra. (msa)