Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Tersangka Pembunuh Balita di Karimun Rencanakan Nikahi Ibu Korban Bulan Ini

Rumah sewa di Kabupaten Karimun yang menjadi TKP penganiayaan balita hingga tewas. (ft adief)

Rumah sewa di Kabupaten Karimun yang menjadi TKP penganiayaan balita hingga tewas. (ft adief/ulasan.co)

Karimun – DO (25), tersangka pembunuh SA, balita yang masih berusia dua tahun di Jalan Telaga Tujuh Kelurahan Sei Lakam Kecamatan Karimun Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, berencana menikah dengan ibu korban, bulan Juni 2025 ini.

Ini diungkapkan Kanit Resmob Satreskrim Polres Karimun, Ipda Kevin William Chirstoper mengatakan usai mendapat keterangan dari tersangkat terkait peristiwa tersebut.

“Mereka belum menikah, tapi rencana menikah bulan ini,” kata Kevin di Mapolres Karimun seperti dikutip dari ulasan.co, Jumat (13/6/2025).

ketika ditanya polisi, DO mengaku telah menjalin hubungan pacaran dengan sang ibu korban, sekitar sembilan bulan.

Aksi penganiayaan dilakukan oleh DO di sebuah rumah sewa RT 01 RW 01, Kelurahan Sei Lakam Barat, Kabupaten Karimun, Kamis (12/6/2025) dinihari.

Di rumah tersebut DO tinggal bersama ibu korban, korban dan kakak laki-laki korban.

Menurut para tetangga, DO telah menempati rumah sewa itu sekitar satu bulan. Namun DO dikenal sebagai orang yang tertutup dan tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar.

“Dia tidak bergaul, tapi anak itu (korban) sering nampak main di luar,” ungkap seorang tetangga DO.

Sementara istri Ketua RT 01/RW 01, Kelurahan Sei Lakam Barat, Dewi mengatakan selama sebulan tinggal di rumah sewa tersebut, DO tidak pernah melaporkan identitas.

Dewi menyebutkan suaminya telah meminta identitas, namun DO terus mengulur-ulurnya. “Katanya nantilah-nantilah, ternyata kumpul kebo, mungkin itu yang jadi ketakutan dia. Kalau dia melapor dan tidak ngasih KK atau buku nikah, otomatis disuruh keluar,” kata Dewi.

Hingga terjadinya peristiwa nahas yang menyebabkan korban meninggal dunia, warga tidak mendengar adanya suara keributan di rumah DO. “Orangnya tertutup. Laki-lakinya di rumah aja, istrinya yang kerja, anaknya kadang main-main di luar,” sebut Dewi.

Dari cerita yang diperoleh Dewi, diketahui adanya penganiayaan ketika ibu korban yang bekerja di arena permainan bilyard pulang ke rumah.

Ibu korban kemudian membangunkan anaknya yang sedang terbaring. Tapi anaknya tak kunjung bangun. “Biasanya digendong-gendong, kok anaknya gak bangun-bangun. Muka anaknya sudah biru makanya dibawa ke rumah sakit,” ucap Dewi.

Di rumah sakit dokter mengatakan jika kondisi korban tersebut bukan karena terjatuh. “Gitulah dikasih tau. Bapaknya ketakutan makanya kabur,” kata Dewi. (*/msa)

Exit mobile version