Karimun, Lendoot.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk segera menemukan solusi terkait penanganan limbah tisue dan kertas di Pantai Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.
Bupati meminta DKP untuk segera berkoordinasi bersama instansi terkait lainnya serta agen pelayaran dan aparat keamanan untuk melakukan pembersihan area pantai yang tercemar oleh limbah tersebut.
“Saya minta kepada dinas perikanan berkoordinasi dengan aparat pengamanan dan agen pelayaran untuk melakukan pembersihan pantai- pantai di Karimun, terutama kawasan Objek Wisata. Jangan sampai ini menganggu aktivitas wisata,” kata Rafiq.
Rafiq juga meminta pembersihan itu dapat segera dilakukan, sehingga tidak menganggu area tangkapan nelayan dan berdampak kepada penghasilan nelayan di Karimun.
“Koordinasi ini lah yang perlu dilakukan. Kami juga meminta kepada masyarakat dan nelayan dapat bersabar, dimana Pemerintah Daerah dan Agen Pelayaran tidak akan tinggal diam dan segera mengatasinya,” kata Rafiq.
Rafiq mengatakan, Agen Pelagaran yang bertanggung jawab terhadap kejadian ini diharapkan bisa segera tanggap, agar permasalahan tidak berdampak lebih luas.
“Kepedulian dan harus cepat tanggap. Jangan ini semakin meluas,” katanya.
Sebelumnya, sebanyak 27 bundelan limbah tisu dan kertas dari Kecelakaan Laut Tongkang Marcopolo 188 pada 26 Mei 2022 lalu mencemari pesisir pantai Pongkar Karimun.
Akibatnya, salah satu objek wisata di Karimun itu kini tidak dapat lagi dinikmati oleh masyarakat yang ingin berlibur.
Selain berdampak terhadap kebersihan objek wisata Pantai Pongkar. Keberadaan limbah tersebut juga mempengaruhi hasil tangkapan laut nelayan. Dimana, kondisi air yang kotor membuat nelayan sulit untuk mendapatkan ikan.
(rko)

