Batam, Lendoot.com – Upaya untuk mengantisipasi terjadinya inflas, Pemko Batam sedang mengusahakan akan sering menggelar rutin pasar murah di setiap kecamatan di Kota Batam.
Dalam agendanya, setiap kecamatan di Kota Batam akan mendapatkan jatah dua kali operasi pasar murah setiap bulannya.
Ini terungkap saat mengikuti Zoom Metting Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di daerah di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Walikota Batam, kemarin.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar murah, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam menggandeng 64 distributor komoditi pangan.
“Ini semua dilakukan untuk mencegah terjadinya inflasi dan membantu masyarakat,” ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi
Rudi mengatakan, Pemko Batam juga menjalin kerjasama pangan dengan daerah lain. Juga termasuk, pengembangan program kemandirian pangan perkotaan.
“Tidak hanya kali ini, pasar murah selalu rutin digelar oleh Pemko Batam. Seperti menjelang hari-hari besar maupun pergantian tahun,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Mendagri Tito Karnavian yang memimpin jalannya rapat menyampaikan, pentingnya monitoring dan evaluasi mingguan perihal inflasi baik tingkat provinsi maupun kota.
Menurutnya, inflasi merupakan isu global yang tentunya menjadi perhatian seluruh dunia. Terlebih kini, karena sisa dampak pandemi maupun dampak perang Rusia dan Ukraina.
“Kalau setiap daerah bisa kendalikan masing-masing, secara nasional jauh akan lebih mudah penanganannya. Ini adalah tujuan rapat hari ini,” kata Tito.
Rapat tersebut dihadiri kepala daerah se-Indonesia secara daring, selain itu diikuti Badan Pusat Statistik, pimpinan TNI Polri, hingga kejaksaan.
Mendagri memahami, setiap daerah memiliki banyak agenda dalam pembangunan wilayahnya masing-masing. Namun demikian, ia meminta inflasi tetap menjadi perhatian bersama.
“Sama seperti pandemi, isu inflasi, naikkan juga jadi isu nomor satu,” katanya. (ddh)

