Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang merayakan puncak peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Tanjungpinang dengan upacara khidmat di halaman Kantor Wali Kota, Selasa (6/1/2026). Perayaan tahun ini menjadi momentum refleksi atas kematangan kota yang tumbuh dari akar sejarah dan peradaban Melayu yang kuat.
Upacara ini dihadiri oleh Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah selaku Inspektur Upacara, Wakil Wali Kota Raja Ariza, jajaran Forkopimda, tokoh otonom, tokoh masyarakat, serta seluruh ASN di lingkungan Pemko Tanjungpinang yang kompak mengenakan busana kurung Melayu.
Dalam amanatnya, Wali Kota Lis Darmansyah menekankan bahwa usia 242 tahun adalah bukti ketangguhan Tanjungpinang sebagai kota berkarakter. Tema yang diusung tahun ini, “Berbenah Hati, Membangun Budi, Melestarikan Budaya dan Tradisi”, diambil dari nilai luhur mahakarya Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas.
“Berbenah bukan sekadar membangun fisik kota, tetapi juga membangun akhlak, etika, dan jati diri masyarakat. Budaya Melayu adalah fondasi kita untuk mewujudkan Tanjungpinang yang maju dan berdaya saing,” tegas Lis Darmansyah.
Semangat ini selaras dengan visi pembangunan “BIMA SAKTI”, yang menitikberatkan pada pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga penguatan karakter masyarakat yang santun dan religius.
Momentum hari jadi ini juga ditandai dengan penguatan kolaborasi antarinstansi. Di akhir upacara, dilakukan serangkaian penandatanganan kesepakatan penting, di antaranya:
Sinergi Hukum: Nota kesepakatan dengan Kanwil Kemenkumham Kepri terkait Pelayanan Hukum.
Digitalisasi Layanan: Kesepakatan dengan Pengadilan Negeri Tanjungpinang mengenai Sistem Integrasi Layanan.
Dukungan Infrastruktur: Penyerahan aset Pemko Tanjungpinang kepada Lanud RHF.
Sebagai bentuk penghormatan, Wali Kota juga menyerahkan Piagam Purna Tugas kepada para ASN yang telah menyelesaikan masa baktinya. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas dedikasi mereka dalam membangun “Negeri Gurindam” selama puluhan tahun.
Lis Darmansyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memupuk nilai gotong royong dan kejujuran. “Mari kita jadikan peringatan ini sebagai titik tolak untuk memperkuat komitmen membangun Tanjungpinang yang sejahtera tanpa meninggalkan akar budaya Melayu,” pungkasnya. (fji)

