Karimun, Lendoot.com – Warga Negara Asing (WNA) asal Myanmar berinisial B alias Unai (39) yang diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun masih terkatung-katung.

Meski sudah memiliki istri serta tiga anak, dan menetap di Kelurahan Sei Pasir, Kecamatan Meral, selama puluhan tahun namun Ia tetaplah WNA yang tinggal secara ilegal di Indonesia.

Mirisnya lagi, hingga saat ini pria yang telah tinggal selama 23 tahun secara ilegal di wilayah Indonesia itu masih belum mendapatkan pengakuan oleh Kedubes Myanmar sebagai warga negara mereka.

“Belum ada respon dan pernyataan dari kedutaan Myanmar,” kata Kasubsi Pengawasan, Irvin yang mendampingi Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Barandaru.

Akibat belum adanya pengakuan tersebut, Unai masih berstatus apatride atau tanpa kewarganegaraan. Pihak Imigrasi Indonesia juga masih belum dapat melakukan proses lanjutan terhadapnya.

“Kecuali nanti Kedubes Myanmar mengakui dia sebagai warga negara mereka,” tambah Irvin.

Sekarang Unai telah dilimpahkan Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, dan diamankan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Tanjungpinang sembari menunggu untuk diproses lebih lanjut.

Unai diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun karena kedapatan berada di Karimun tanpa dokumen apapaun.

Ia masuk ke Indonesia tanpa mengantongi dokumen perjalanan yang sah atau melalui jalur gelap pada tahun 1995 dengan menumpang kapal tangkap ikan. (Parulian Turnip)