Pulau Sebaik Kecamatan Moro Kabupaten Karimun yang nyaris tenggelam sebagai dampak penambangan pasir. (ist/net)
Pulau Sebaik Kecamatan Moro Kabupaten Karimun yang nyaris tenggelam sebagai dampak penambangan pasir. (ist/net)

Karimun, Lendoot.com – Rencana ekplorasi penambangan pasir laut di perairan Karimun yang tidak berkoordinasi dengan legislatif secara kelembagaan sebelumnya, membuat Fraksi Partai Aanat Nasional (PAN) DPRD Karimun Provinsi Kepulauan Riau, menyampaikan penolakannya.

“Eksplorasi pasir laut yang izinnya dari gubernur berdasarkan rekomendasi dari bupati, seharusnya dibahas bersama dewan sebagai bagian dari pemerintahan daerah. Kami menolak eksplorasi kekayaan laut Karimun itu,” kata Ketua Fraksi PAN DPRD Karimun Anwar Abubakar di Tanjung Balai Karimun, belum lama ini.

Anwar Abubakar beralasan, eksplorasi pasir laut dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif bagi kelestarian lingkungan hidup. Apalagi nelayan yang jumlahnya ribuan juga bergantung dengan habitat laut.

“Laut Karimun akan diobok-obok, padahal laut bukan hanya milik pihak tertentu, ada masyarakat nelayan yang juga mencari nafkah di laut,” kata Anwar yang juga Ketua DPD PAN Karimun.

Fraksi yang dia pimpin akan menentukan sikap terkait kebijakan Bupati Karimun yang telah merekomendasikan sejumlah perusahaan untuk melakukan eksplorasi pasir laut, berdasarkan izin dari Gubernur Kepri.

“Kami akan bahas masalah ini di tingkat fraksi. Kami akan buat langkah-langkah politik terkait hal ini,” ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPD PAN Karimun Abdul Rahman menilai, eksplorasi pasir laut akan berdampak luas pada kelangsungan habitat dan ekosistem laut yang dampak negatifnya akan dirasakan generasi mendatang.

“Bukan hanya eksplorasi pasir laut saja. Penimbunan di sepanjang pantai Coastal Area dengan tanah merah yang kononnya untuk pembangunan hotel dan sebagainya, tidak memperhitungkan kerusakan ekosistem pantai,” ujarnya. (*)