Ilustrasi aktivitas penambangan bauksit. (sumber; majalah tambang)
Ilustrasi aktivitas penambangan bauksit. (sumber; majalah tambang)

Karimun, Lendoot.com – Kabupaten Karimun masih menjadi incaran investor untuk pengembangan usahanya. Pulau Kundur, tepatnya di Selat Beliah Kundur Barat,  menjadi lokasi yang akan menjadi incaran investor tersebut.

Adalan PT Berkah Pulau Bintan (BPB) yang bergerak di bidang proyek pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang akan berdiri tahun depan.

“Tahun ini mereka dalam proses izin. Kemarin mereka sudah memaparkannya dan pada HUT Kabupaten Karimun nanti kita teken MoU (memorundum of understanding). Nilai investasi pembangunan smelter ini diperkirakan sekitar Rp 16 Triliun,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq kepada Lendoot.com, siang tadi.

Rencana PT BPB ini disambut gembira Rafiq. Pasalnya, selain investasi yang besar atau senila Rp 16 Triliun sehingga menambah pertumbuhan ekonomi daerah, adanya perusahaan ini juga membantu mengentaskan masalah pengangguran

“Sebab perusahaan ini akan membutuhkan sekitar 3000 sampai 4000 pekerja ke depannya. Sekitar 10 persen level menengah, dan 70 persennya nanti pekerja di level bawah,” ujar Rafiq.

Sebagai bentuk dukungannya, Aunur Rafiq mengatakan telah menyiapkan lahan untuk pembangunan proyek pembangunan pabrik smelter tersebut di Selat Beliah.

Sehari sebelumnya, Aunur Rafiq didampingi Kepala Dinas Perizinan Sularno serta rombongan PT Berkah Pulau Bintan menggelar acara ramah tamah dan pemaparan singkat tentang perusahaan tersebut di kediaman dinas bupati. (sjs)