Cuaca buruk di laut seperti di gambar ini membuat Syahbandar akan mengambil kebijakan menunda keberangkatan kapal.
Cuaca buruk di laut seperti di gambar ini membuat Syahbandar akan mengambil kebijakan menunda keberangkatan kapal. (dok lendoot)

Karimun, Lendoot.com – Sehari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2568, jumlah kedatangan penumpang di Pelabuhan Domestik dan Internasional mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

Kendati demikian, jika cuaca memburuk, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu terjadi gelombang tinggi, maka sewaktu-waktu pihak Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan ( KSOP) Karimun akan menunda keberangkatan kapal.

“Memang kemarin sempat ada gelombang tapi itu masih bisa dilalui. Tapi kalau sewaktu-waktu ada perubahan cuaca di tengah jalan, kita akan tunda keberangkatan,” jelas Kepala Seksi Penjagaan dan Penyelamatan (Kasi Gamat) Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan ( KSOP), Syahrinaldi kepada Lendoot.com, siang tadi.

Sementara itu lonjakan penumpang saat Imlek sudah terjadi sejak 25 Januari 2017 lalu sampai dengan hari ini. Sedangkan untuk keberangkatan Ia menyebut masih normal. Jumlah penumpang tertinggi khususnya penumpang kapal yang berasal dari Singapura, Malaysia dan Batam.

“Sejak tiga hari ini menjelang Imlek orang yang datang dari Malaysia, Singpore dan Batam meningkat, kapal-kapal selalu penuh terus,” kata Syahrinaldi saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (27/1/2017) sore.

Syhrinaldi menjelaskan, meningkatnya penumpang yang berangkat dari Singapore dan Malaysia pemilik kapal pelayaran dari kedua negara tersebut sampai harus menambah jadwal dua kapal yakni, Falcon lima dan Sindo enam. (sjs)