Batam, Lendoot.com – Aktivitas perang sarung yang mulai marak terjadi di Indonesia sejak awal Ramadan 1443 Hijriah lalu, masih kerap terjadi dan menyebar ke beberapa daerah lain di Indonesia.
Perang sarung biasa dilakukan anak-anak muda dan anak baru beranjak usai pelaksanaan Salat Tarawih, saat sahur atau menjelang Salat Subuh.
Awalnya, perang sarung hanya sebagai bentuk gurauan antar teman ke teman saja. Hanya saja, kini aksi perang sarung ini merambah juga ke Kepri.
Tak terkecuali di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Agar tidak menjadi aktivitas harian, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lubuk Baja, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang memiliki trik jitu untuk mencegahnya.
Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Budi Hartono mengakui bahwa sebelumnya pada awal Ramadan sudah pernah terjadi perang sarung antarremaja di wilayah hukumnya. Awal-awal Ramadan pernah ada laporan ke Polsek Lubuh Baja bahwasannya ada sekelompok anak remaja melakukan perang sarung setelah salat Tarawih.
“Dari piket patroli kita langsung mendatangi lokasi dan membubarkannya dengan persuasif. Kita minta mereka pulang ke rumahnya masing-masing,” kata Kompol Budi Hartono, siang tadi.
Setelah kejadian tersebut, lanjut Budi, pihaknya langsung menyusun trik jitu untuk mencegah terjadinya kembali perang sarung.
Adapun trik jitu tersebut yakni dengan memberikan imbauan ke warga serta melaksanakan patroli rutin setiap malam.
“Untuk mencegah hal tersebut terjadi, trik jitu kita yakni dengan melakukan patroli rutin dan mendatangi tempat-tempat yang kita anggap rawan untuk para remaja itu berkumpul, sehingga tidak memicu terjadinya perang sarung,” jelas Budi.
“Selama Patroli, kita juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi kepada kita bilamana ditemukan adanya sekelompok remaja yang sedang kumpul dan mencurigakan akan melakukan perang sarung” tambah Budi.
Budi bersyukur, sejak trik jitu itu dilakukan, hingga kini wilayah hukum Polsek Lubuk Baja lebih kondusif dan tidak ada terjadi perang sarung. (*/ddh)

