Dua imigran asal Myanmar saat ditangkap di Kantor Imgrasi Karimun, sore tadi. (riandi)
Dua imigran asal Myanmar saat ditangkap di Kantor Imgrasi Karimun, sore tadi. (riandi)

Karimun, Lendoot.com – Tim Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun kembali mengamankan dua Warga Negara (WN) Myanmar, yakni Khunai dan AML.

Khunai diamankan, Kamis (19/7/2018) sekira pukul 09.00 WIB, pada saat petugas imigrasi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa Khunai tersebut tidak memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah dan berlaku.

“Setelah dilakukan pemantauan dan pemeriksaan, Khunai bertempat tinggal di daerah Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral dan benar tidak memiliki dokumen perjalanan dan visa yang sah,” kata Kasi informasi sarana dan komunikasi Imigrasi Karimun, Ryawantri nurfatimah saat menggelar rilis, Rabu (25/7/2018) sore.

Rya mengatakan, setelah diamankan dan dilakukan interogasi terhadap Khunai, ia mengaku sudah 23 tahun tinggal di Tanjungbalai Karimun dan telah berkeluarga.

“Ia mengaku sudah 23 tahun di Karimun ini dan sudah memiliki istri dan tiga anak. Ia bekerja menjaring,” katanya.

Rya menjelaskan, untuk AML diketahui datang ke Tanjungbalai Karimun menggunakan fasilitas BVK pada tanggal (23/7/2018). Ia mengaku kedatangan nya dalam rangka wisata dan berjumpa teman.

“Kemudian kita lakukan pantau dan buntuti, pada tanggal (23/7/2018), AML ini masuk ke dalam PT Saipem. Setelah sekitar 30 menit menunggu, petugas kita masuk dan mendapati bahwa AML ini berencana melakukan kegiatan pelatihan di PT Saipem itu,” jelasnya.

Rya menambahkan, dengan ini ia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di Tanjungbalai Karimun, apabila mencurigai WNA yang tidak memiliki dokumen yang sah, segera laporkan ke Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun.

“Kita ketahui Khunai ini sudah 23 tahun di sini (Karimun) baru sekarang kita ketahui. Tanpa dibantu masyarakat kita juga terbatas dengan fasilitas dan tim. Oleh karena itu mohon kerjasama masyarakat lah, apabila mencurigai harap laporkan kepada kita, tambahnya.

Sementara itu, Kasi Wasdakim Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Barang dari mengatakan, Khunai telah melanggar Keimigrasian sesuai dengan pasal 119 ayat (1) Undang-undang ni.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian yaitu dipidana kurungan penjara 5 tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000.\

Sedangkan AML dikenakan pelanggaran Keimigrasian sesuai pasal 123 huruf a Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian yaitu dipidana kurungan penjara 5 tahun dan denda paling banyak Rp500.000.000. (riandi)