Karimun, Lendoot.com – Kabar percobaan penculikan anak di Kundur dan Meral yang beredar di media sosial facebook dan WhatsApp cukup meresahkan masyarakat, khususnya para orang tua. Kabar itu tersebar, Rabu (29/1/2020).

Dalam pesan yang tersebar itu, disebutkan seorang siswa sekolah dasar negeri (SDN) di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur dan Kecamatan Meral, berhasil lolos dari upaya percobaan penculikan.

Dalam pesan itu juga dikatakan, pelaku berjumlah empat orang mengenakan topeng yang hanya kelihatan matanya dan para pelaku disebut mengendarai sebuah mobil pribadi.

Di pesan itu juga disebutkan nama siswa yang berhasil lolos dari aksi penculikan tersebut berinisial MI.

Kabar berantai itu dibantah Kapolsek Meral AKP Doddy Santosa Putra saat dihubungi pada Rabu (29/1/2020) siang. Ia mengatakan kejadian itu tidak benar dan hanya salah penyampaian.

“Cerita sebenarnya dari info yang kami terima, siswa SD di Desa Lubuk itu terlambat pulang sekolah. Ia beralasan kepada orang tuanya nyaris menjadi korban penculikan. Hal itu karena sang siswa takut dimarah orang tuanya,” kata Doddy.

Menurutnya, kabar itu hanya karena salah penyampaian sehingga tersebar di media sosial dan meresahkan para orang tua.

“Jadi itu tidak benar,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Kundur Kompol Endi Endarto melalui Kanit Reskrim Iptu Fajri mengatakan, kabar itu tidak lah benar dan hanya salah penyampaian informasi, sehingga tersebar di media sosial.

“Kita sudah datang ke pihak sekolah dan setelah dikonfirmasi itu tidak benar. Muncul kabar itu, karena sang anak ini terlambat pulang sekolah dan beralasan dengan orang tuanya nyaris jadi korban penculikan,” katanya.

Ia berharap masyarakat dapat menyaring informasi yang tersebar di media sosial dengan mengkonfirmasi terlebih dahulu, sehingga tidak menciptakan keresahan. (rk)