Karimun, Lendoot.com – Sidang pembuktian perkara sengketa tanah no 5/pdt.G/2017/pn tbk digelar di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Kamis (31/5/2018).

Dalam sidang ini kuasa hukum pihak tergugat yakni, Mochamad Firdaus dan Linda Theresia kecewa dengan majelis hakim.

Kekecewaan tersebut dikarenakan dalam sidang pembuktian perkara, kuasa hukum tergugat tidak diperbolehkan mempertanyakan konten surat bukti dari penggugat.

“Pembatasan pembuktian oleh majelis hakim memberikan kesan hukum acara dalam perkara sengketa tanah tidak lazim dalam praktek peradilan, yang dalam hukum perdata lebih mementingkan pembuktian formal,” kata kuasa hukum tergugat, Mochamad Firdaus.

Linda Theresia juga menambahkan, perkara tanah yang mereka tangani telah berjalan selama 6 Bulan. Ia mengatakan perkara tanah ini syarat dengan adanya mafia tanah.

Hal tersebut dikarenakan dalam prosedur sertifikat terjadi overlaping dan merugikan rakyat yang belum memiliki sertifikat. Namun telah menetap selama turun temurun sejak 1987.

“Dalam kasus ini hak keperdataan Yohanes Fiter yang diperoleh dari warisan ayahnya bernama Dominicus dan telah diakui oleh perangkat desa maupun Kecamatan,” ucapnya. (Riandi)