Para anggota DPRD Karimun saat melakukan sidak ke lokasi produksi air mineral Atarin di Desa Pongkar
Para anggota DPRD Karimun saat melakukan sidak ke lokasi produksi air mineral Atarin di Desa Pongkar (Riandi)

Karimun, Lendoot.com – Komisi I dan komisi II DPRD Kabupaten Karimun melakukan Inspesksi mendadak  (Sidak) ke PT Tritirta Argajaya, perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Atarin di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Selasa siang (13/3/2018).

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Karimun yang ikut melakukan sidak yakni, Sulfanow Putra, Rosmeri, Zaizulfikar. Sementara dari Komisi II DPRD Karimun yaitu Nyimas Novi Ujiani serta Dinkes Karimun dan Disprindag Karimun.

Dari hasil sidak tersebut, anggota Komisi I dan II menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan seperti, kotornya pipa penyaluran air, karyawan perusahaan yang tidak menggunakan safety saat bekerja dan tidak mencantumkan nomor batch atau tanggal produksi pada gelas Atarin.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Karimun, Anwar Abu bakar mengatakan, tidak tercantumnya nomor batch atau tanggal produksi pada gelas Atarin itu, maka masyarakat tidak mengetahui masa expired pada kemasan tersebut.

“Saat melakukan pengecekkan di ruang tempat produksi Atarin tadi, kita menemukan di dalam kemasan gelasnya tidak mencantumkan nomor batch atau tanggal produksinya. Seharusnya mereka memperhatikan itu, jangan hanya di kardusnya saja yang tertera waktu kadaluarsanya,” kata Anwar.

Selain itu, Anwar juga mengatakan, untuk para pekerja di perusahaan tersebut harus dilengkapi dengan safety, pasalnya pada saat berjalannya sidak, para karyawan bekerja dengan tidak dilengkapi alat keamanan kerja yang standar.

“Kemudian, pada saat proses pembuatan botol, kita melihat karyawannya tidak menggunakan sarung tangan, sepatu dan alat pengaman kerja lainnya, sementara dibagian mesin tadi kita lihat jelas-jelas ada tulisan bahwa tangan harus selalu dicuci dan bersih, artinya kita tidak dapat menjamin tangan pekerja ini steril apa tidak,” ujarnya.

Anwar menambahkan, terkait adanya beberapa temuan tersebut, dia meminta kepada pihak perusahaan untuk melakukan pembenahan dan mengikuti prosedur perusahaan sesuai izin yang berlaku.

“Mereka kita minta untuk melakukan pembenahanlah, agar kepercayaan masyarakat Kabupaten Karimun yang mengkonsumsi Atarin ingin kembali. Dalam waktu dekat ini, kita akan memanggil pengurus atau penanggung jawab perusahaan untuk membicarakan hal ini lebih lanjut,” tambahnya.

Diketahui, terkait banyaknya temuan dan laporan dari masyarakat bahwa AMDK merek Atarin tersebut banyak terdapat kotoran lendir seperti lumut dalam sebulan terakhir ini sudah dilakukan pengecekan oleh Badan POM Batam dan masih menunggu hasilnya. (Riandi)