Anggota Komisi II DPRD Karimun, Novi Nyimas Ujiani saat sidak di Pasar Bukit Tembak, Meral tadi siang
Anggota Komisi II DPRD Karimun, Novi Nyimas Ujiani saat sidak di Pasar Bukit Tembak, Meral tadi siang

Karimun, Lendoot.com – Setelah memantau harga sembako di Pasar Puan Maimun, anggota komisi II DPRD Karimun melanjutkan inpeksi mendadaknya ke Pasar Bukit Tembak, Meral. Kali ini anggota komisi II mendengar berbagai macam keluhan para pedagang di pasar tersebut.

Keluhan yang disampaikan para pedagang diantaranya, kenyamanan barang-barang para pedagang yang sering hilang, meminta pedagang kaki lima yang ada disekitaran pasar agar ditertibkan. Karena dengan adanya PKL mengakibatkan sepinya pembeli bagi pedagang yang memiliki lapak.

Mendengar keluhan tersebut, Ketua komisi II Yusuf Sirat yang didampingi anggota komisi seperti Rosmeri, Novi Nyimas Ujiani dan Aloysius menyarankan agar pihak Perusda selaku pengelola pasar untuk dapat memasang CCTv dan memperketat pengamanan di pasar.

“Saya menyarankan agar Perusda memasang CCTv di pasar ini dan memperketat penjagaan keamanan. Kita kasihan dengan para pedagang sudahlah untung sedikit barang dagangan mereka pakai hilang lagi,” kata Yusuf Sirat disela-sela sidaknya di Pasar Bukit Tembak, Selasa (16/5/2017).

“Ini harus nenjadi perhatian serius pemerintah jangan sampai terjadi lagi kasus perampokan seperti dipasar Puan Maimun beberapa waktu yang lalu,” lanjutnya.

Yusuf Sirat juga berharap, agar pihak Satpol-PP dapat menertibkan para pedagang kaki lima yang berjualan disekitar pasar Bukit Tembak, sebab pengelola pasar telah menyiapkan lapak untuk berjualan bukan dikaki lima.

“Kita juga berharap Satpol PP dapat menertibkan para pedagang kaki lima ini. Sebab mereka sudah ada tempat yang disiapkan, jadi bukan dikaki lima seperti ini,” ucapnya.

Sementara itu, Novi Nyimas Ujian anggota komisi II dari fraksi PKB ini menyebut bahwa dari hasil sidak tersebut, harga pasokan saat ini masih normatif. Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat memantau dan menjaga kestabilan harga agar stok tidak tiba-tiba menghilang dan harga menjadi melambung tinggi. (ian)