Karimun, Lendoot.com – Pendapatan Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Karimun mengalami penurunan tajam alias anjlok. Dari awalnya Rp707 juta, kini hanya mampu menyetor Rp17 juta.
Penurunan tajam terhadap pendapatan PD BPR Karimun sebagai perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Karimun itu, kabarnya dipicu kredit macet dari para debitur.
Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Karimun yang digelar pada 14 September lalu.
Bupati Karimun Aunur Rafiq membenarkan terkait penurunan pendapatan di PD BPR Karimun itu. Awalnya pendapatan bisa mencapai Rp707 juta dan kini turun tajam ke nilai Rp17 juta.
Nilai itu bahkan, tidak dapat disetorkan ke kas daerah dikarenakan terbentur ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dimana nilai minimum kas harus mencapai Rp 1 miliar.
“Iya benar, turun dari sebelumnya sekitar Rp 707 juta ke Rp 17 juta. Itu pun tidak bisa disetor ke kas daerah karena syarat OJK itu minimum ada saldo kas BPR Rp 1 miliar baru bisa diambil,” ujar Rafiq baru-baru ini.
Rafiq mengatakan, akibat dari tidak bisa disetornya pendapatan itu ke Kas Daerah, Pemkab Karimun melalui persetujuan DPRD Karimun harus menyuntikkan dana segar ke PD BPR Karimun senilai Rp1 miliar.
“Harus disuntikkan dana segar Rp 1 miliar. Sudah disetujui DPRD,” ungkap Rafiq.
Orang nomor satu di Karimun itu menjelaskan, penyebab penurunan pendapatan itu terjadi dipicu oleh kredit macet dari debitur.
Ironisnya, para debitur atau peminjam yang menunggak pembayaran kredit di PD BPR Karimun yakni ASN dan honorer di Pemkab Karimun sendiri.
“Kredit macet, PNS dan honor nunggak,” kata Rafiq.
Rafiq menyebut, pihaknya berencana mendorong PD BPR Karimun menjalin kerjasama dengan Bank Riau Kepri (kini BRK Syariah) dalam rangka menyelesaikan kredit macet di PD BPR Karimun oleh ASN dan honorer Pemkab Karimun tersebut.
“Bagaimana gaji PNS dan honorer daerah itu bisa dipotong langsung oleh PD BPR Karimun untuk pembayaran pinjaman. Selama ini karena belum ada kerjasama, hal tersebut tidak bisa dilakukan meskipun kita punya saham di Bank Riau Kepri,” katanya. (rko)

