Sejumlah siswa SMP Santo Yusop sedang mengikuti acara pameran Pameran Edukatif Benih-benih Harapan yang ditaja Soka Gakkai Internasional di Santo Yusop, siang tadi, (muhdsarih)
Sejumlah siswa SMP Santo Yusop sedang mengikuti acara pameran

Karimun, Lendoot.com – Soka Gakkai International dan Earth Charter International (Piagam Bumi Internasional) menggelar Pameran Edukatif Benih-benih Harapan dan Panggung Kesenian, bertema Seeds Of Hope;The Power of One.

Pameran ini telah digelar di 34 negara di dunia dalam 13 bahasa. Di Indonesia, Karimun menjadi tempat kedua setelah sebelumnya pertama digelar di Jakarta. Di Karimun baru dimulai di SMAN 4 Binaan Karimun pada 9-11 Januari 2019, dan tadi pagi di SMA Santo Yusop yang sudah dimulai pada 11 dan berakhir 14 Januari 2019.

“Dari beberapa kota di Indonesia yang akan menggelarnya, Karimun menjadi kota kedua. Nanti beberapa SMA yang ada di Karimun yang ingin bekerjasama, akan kita gelar juga,” kata Jono Yantoda, Ketua Panitia kepada Lendoot.com di SMA Santo Yusop, siang tadi.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kiprah Soka Gakkai dalam mendukung pemerintah dan masyarakat. Seperti misalnya, untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan tindakan atas nilai-nilai yang tercantum di dalam Sustainable Development Goals (SDGs), atau tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan umum di tingkat akar rumput.

Pesan utama dari pameran ini, kata Jono, di antaranya segalanya dimulai dari satu orang. Satu individu dapat membuat perubahan positif. Pameran ini juga memperkenalkan visi misi positif tokoh-tokoh dunia. Di antarnya juga pesan positif dari Piagam Bumi.

“Memberikan contoh-contoh orang yang berhasil mengambil aksi untuk perubahan ke arah yang lebih baik,” jelas Jono yang didampingi panitia lain, Budi Goh.

Dari kegiatan ini, diharapkan dapat bersama-sama komunitas dan setiap orang Kabupaten Karimun dapat menginspirasi setiap orang lainnya. “Terutama, anak-anak muda penerus bangsa sehingga dapat mengambil tindakan nyata yang akhirnya dapat membuat positif di bumi dan dunia,” jelasnya.

Dalam pameran itu terdapat 24 panel yang berisi tentang ajakan, renungan, serta optimisme dalam menyambut masa depan. Di sana ada cerita tentang keberhasilan tokoh-tokoh dunia, tentang pandangannya terhadap alam, diri serta lingkungannya.

Kegiatan ini disambut antusias peserta. Hernano, siswa SMA Santo Yusop yang mengikuti kegiatan itu mengaku senang dengan kegiatan tersebut. “Kita jadi lebih mencintai alam ini. Melestarikannya,” katanya.

Vera, panitia dari pihak SMA Santo Yusop yang turut terlibat juga mendapatkan pengetahuan bahwa, manusia dalam memenuhi kehidupannya adalah wajar. “Hanya saja, bagaimana caranya itu yang terpenting. Memenuhi kebutuhan itu manusia diajarkan agar tidak sampai timbul konflik, merusak atau meruduksi alam dan lingkungan sekitarnya,” ungkapnya. (muhdsarih)