Kedai Kopi Selamat ini termasuk dalam daftar kedai kopi lawas yang cukup ternama di Pulau Karimun. Keberadaannya masih ada sampai saat ini.
Kedai kopi ini di Jalan Nusantara yang lokasinya dekat dengan pasar sayur dan daging tempo dulu. Letaknya berdekatan dengan Mesjid Baitul Karim Karimun, tepatnya di pertigaannya ruko paling ujung.
Tempo dulu ianya sederetan dengan Sekolah Rakyat SR atau SD 1. Sekolah tersebut kini sudah berubah menjadi Hotel Paragon.
Di belakang Kedai Kopi Selamat, waktu itu adalah Kantor KUA Karimun yang berhadapan dengan Mesjid Baitul Karim dan kemudian Kantor KUA Karimun pindah ke Jalan Pramuka hngga saat ini.
Sekarang pasar sayur dan daging tersebut berubah menjadi Pasar Sri Karimun. Dengan letaknya tidak jauh dari pasar tentu mempengaruhi dengan ramainya pengunjung.
Pada suatu saat dulu Kedai Kopi Selamat ini digelar sebagai Kedai Kopi Pensiunan. Karena ianya menjadi tempat para pensiunan bertemu dengan sesamanya, istilah lainnya adalah sebagai posko dan tempat reuni mereka.
Apa lagi pada saat tanggal muda ketika para pensiun menerima uang pensiun dari Kantor Pos ketika itu tidak jauh dari lokasi kedai kopi ini yaitu di depan SMA lama ( Pos POM AD sekarang ).
Bicara menu andalan di Kedai Kopi Selamat adalah Lontong Pak JOKA. Lontong Pak Joka adalah lontong yang tidak didapat di kedai kopi lainnya. Lontong sayur khas melayu ini dengan sayur betik (papaya) serta ditaburi dengan serunding yang melezatkan cita rasanya.
Seiring perjalanan waktu ketika itu Lontong Pak Joka diteruskan oleh generasi berikutnya yaitu anak perempuannya dan terakhir anak perempuannya tidak melanjutkan lagi kuliner warisan tersebut dan berhenti berjualan.
Sekarang di kedai kopi tersebut telah berganti dengan orang orang baru yang berjualan kuliner di sana.
Dan sepertinya menu yang diandalkan disana sekarang adalah Mie Lendir Pak Abu yang juga kini telah mewariskan kepada kegenerasi berikutnya.
Sekarang mungkin tak terdengar lagi pekikan pesanan khas orang tempo dulu “ Kopi O pang ceng , neng san suku , kun cui peng cekai “ yang artinya “ KOPI O pakai Cangkir , telur ¾ masak dan air putih es satu “. (**/besambung)

