Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddi memaparkan hasil pengungkapan ke-11 tersangka di Rupatama Polres Karimun
Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddi memaparkan hasil pengungkapan ke-11 tersangka di Rupatama Polres Karimun (ian)

Karimun, Lendoot.com – Dalam waktu sepekan, Polres Karimun mengungkap empat kasus narkotika dengan tersangka sebanyak 11 orang. Dari 11 tersangka empat tersangka perempuan dan satu orang merupakan Warga Negara Asing (WNA) Malaysia yang diamankan beberapa waktu lalu di daerah Sidomulyo.

“Dalam waktu satu Minggu petugas kita berhasil mengungkap empat kasus narkotika dengan tersangka sebanyak 11 orang, satu orang merupakan warga negara Malaysia,” kata Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin saat press rilis hasil tangkapan empat kasus narkoba di Mapolres Karimun, Rabu (27/9/2017) pagi.

Kapolres memaparkan bahwa dari empat kasus tersebut didapat barang bukti berupa narkotika jenis Extacy dengan jumlah sebanyak 50 butir dan narkoba jenis Shabu-shabu sebanyak 14 paket.

“Barang bukti yang diamankan 25 butir Extacy warna pink gambar Hello Kitty, 25 butir Extacy warna hijau tidak bermerk dan 14 paket Shabu-shabu dengan total berat sebanyak 7,69 gram,” kata Agus Fajaruddin.

Kasatnarkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madya Tias menambahkan, dari ke-11 tersangka terdapat dua orang sebagai bandar satu diantaranya merupakan WNA Malaysia. Dari 11 tersangka yang diamankan, terdapat satu orang berinisial YOI masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Dari 11 tersangka yang diamankan, dua orang merupakan bandar. Sementara ada satu orang tersangka yang saat ini DPO berinisial YOI,” kata Nendra.

Kesebelas tersangka yang diamankan yakni, AW, AND mereka diamankan di Jalan Canggai Putri pada Senin (18/9/2017), NV, JL diamankan di Telaga SUngai Lakam pada Selasa (19/9/2017), SD, DH diamankan di Kos-kosan Time dan Jalan Lorong Hotel Gabion pada hari yang sama. Selanjutnya tersangka RM, AN diamankan di Kecamatan Buru dan MA di Sidomulyo, sementara tersangka IW dan RWB diamankan di Kos-kosan di kawasan Baran I pada Sabtu (23/9/2017).

Kepada para tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 dan ayat 2, pasal 112 ayat 1 dan 2, pasal 132 ayat 1 dengan ancaman hukuman 5 tahun sampai 20 tahun atau seumur hidup, atau pidana denda Rp 800 Juta sampai Rp 10 Miliyar Undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (ian)