Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin (dua dari kiri foto) memimpin rapat mediasi sengketa lahan antara PT KSP dengan Masyarakat Kel Sei Raya dan Pamak
Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin (dua dari kiri foto) memimpin rapat mediasi sengketa lahan antara PT KSP dengan Masyarakat Kel Sei Raya dan Pamak (Ist)

Karimun, Lendoot.com – Polres Karimun melakukan mediasi sengketa lahan seluas 44 Hektare antara PT KSP dengan masyarakat Kelurahan Raya dan Kelurahan Pamak, Selasa (7/11/2017).

Rapat yang digelar di Rupatama Polres Karimun itu dihadiri kedua belah pihak yakni, masyarakat dan pihak PT KSP. Turut hadir juga Asisten I Pemkab Karimun, M Tang, Dandim 0317/TBK, Letkol Inf I Gusti Ketut Arthasuyasa.

Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin mengatakan bahwa, mediasi dilakukan atas inisiatif Dirinya untuk mendudukkan dan mencari akar permasalahan dari kedua belah pihak terkait sengketa lahan tersebut.

“Kita beriniatif untuk menggelar mediasi ini, agar dibentuk suatu tim untuk mengecek seluruh andministraai dan surat-surat yang ada,” kata Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin.

Agus menyebut, langkah tersebut dilakukan guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan antara pemilik lahan dengan masyarakat yang saling mengakui memiliki surat lahan tersebut.

“Kalau kemarin saling tidak ketemu, disatu sisi juga perusahaan mengatakan surat tanah mereka lengkap, masyarakat juga mengatakan suratnya lengkap. Nah inilah yang harus kita cek, jangan sampai ada surat ganda yang dapat menimbulkan masalah seperti ini hingga berlarut-larut,” ucap Agus Fajaruddin.

Kapolres menjelaskan, apabila nantinya ditemukan pemalsuan penerbitan sertifikat pihaknya akan segera memproses secara pidana.

Sementara itu, pihak PT KSP yang diwakili oleh Robet mengatakan bahwa, dalam mediasi tersebut pihaknya diminta untuk menunjukkan keabsahan dari surat-surat sertifikat yang dimiliki oleh perusahaan.

“Pertemuan hari ini kita hanya diminta untuk menunjukkan keabsahan surat-surat sertifikat yang dimiliki perusahaan. Minggu depan mediasi akan dilanjutkan kembali,” kata Robet.

Robet menyampaikan, PT KSP telah memilili surat sertifikat lahan tersebut sejak tahun 1999, yang sebelumnya telah melalui ijin proses dari rekom Camat, SK dari BPN Provinsi Riau. (ian)