Seorang pembersih kubur sedang membersihkan kuburan di kawasan Bukit Tiung
Seorang pembersih kubur sedang membersihkan kuburan di kawasan Bukit Tiung (ian)

Karimun, Lendoot.com – Menjelang sembahyang kubur yang biasanya dilakukan warga Tionghoa setiap tahun menjadi berkah tersendiri bagi sebagian warga.

Khususnya yang ada di kawasan makam Tionghoa di Bukit Tiung, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun. Mereka mengaku senang jika tiba sembayang kubur menjelang.

Pasalnya, jelang sembahyang sebagian warga banyak yang menjadi pembersih kuburan. Dari hasil membersihkan makam tersebut biasanya mereka mendapat Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per makamnya, tergantung dari besar kecilnya makam.

Seperti yang dilakukan Zakir, salah seorang pembersih makam di kawasan tersebut. Ia mengatakan, pekerjaan seperti ini sudah dilakukannya selama 23 tahun. Setiap tahunnya ia mendapat kepecayaan dari beberapa ahli waris untuk membersihkan makam tersebut.

“Bersihkan makam seperti ini sudah saya kerjakan sejak masih SD. Waktu itu masih ikut-ikut bapak. Sejak bapak meninggal, makam yang biasa dibersihkan bapak, sekarang saya yang membersihkan. Kebetulan ahli waris dari peziarah mempercayakan makam keluarganya saya bersihkan,” tutur Zakir, Rabu (15/3/2017).

Zakir menyebut, setiap tahunnya makam yang ia bersihkan 15 sampai 20 buah makam. Dalam menjalankan pekerjaannya, banyak suka dan duka yang dialaminya.

“Terkadang ada kalanya setelah makam dibersihkan, keluarga dari peziaran tidak datang. Upah tidak diterima. Kalau sukanya selain beribadah, ada imbalan yang diberikan peziarah, dari hasil upah itu bisa membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Joko. Meskipun saat sembahyang peziarah tidak datang, ia mengaku tetap membersihkan makam tersebut. Dalam sehari ia dapat membersihkan tiga makam. Dan untuk kuburan berukuran besar, Joko mengaku mendapat bayaran Rp 200 ribu, sedangkan untuk ukuran kecil hanya Rp 100 ribu. (ian)