Batam – Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, meninjau pembinaan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Batam.
Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Provinsi Kepulauan Riau.
Selvi datang bersama jajaran Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (SERUNI KMP).
Ia didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar.
Rombongan disambut penampilan pencak silat yang dibawakan anak-anak binaan. Setelah itu, Selvi meninjau sejumlah fasilitas pembinaan yang tersedia di LPKA Kelas II Batam.
Fasilitas yang dikunjungi meliputi klinik kesehatan, ruang video call dan ruang sidang daring, perpustakaan, ruang kelas, hingga Workshop Ceria.
Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pendidikan, pembinaan karakter, dan pengembangan keterampilan anak binaan.
Selvi juga menyaksikan penampilan yel-yel anak binaan serta mengunjungi stan produk hasil karya mereka.
Ia turut melihat area ketahanan pangan dan berdialog langsung dengan anak-anak binaan di Ruang Pusat Pembelajaran Unggulan (P2U).
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menilai kunjungan tersebut menunjukkan perhatian nyata negara terhadap anak-anak yang sedang menjalani pembinaan.
“Kehadiran Ibu Wakil Presiden di LPKA Batam menunjukkan bahwa negara memberikan perhatian yang sama kepada seluruh anak Indonesia, termasuk anak-anak yang sedang menjalani pembinaan,” kata Ansar, Sabtu lalu.
Menurutnya, seluruh anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan memperbaiki masa depan.
“Mereka memiliki hak untuk memperoleh pendidikan, keterampilan, pembinaan karakter, serta kesempatan yang sama untuk memperbaiki masa depan,” ujarnya.
Ansar menegaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus mendukung program perlindungan dan pemenuhan hak anak.
“Tentunya melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, kementerian, lembaga, dan para pemangku kepentingan. Upaya itu dinilai penting agar pembinaan berjalan berkelanjutan,” tuturnya.
Anak-anak adalah aset bangsa. Tugas Negara bukan hanya memberikan pembinaan selama mereka berada di LPKA, tetapi juga memastikan mereka memiliki bekal yang cukup.
“Terutama untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, dan percaya diri,” katanya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan ruang tumbuh yang aman, inklusif, dan penuh harapan bagi seluruh anak Indonesia. Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kepulauan Riau. (*/rst)

