Karimun, Lendoot.com – 1.000 orang yang berstatus karyawan kehilangan pekerjaan selama masa pandemi Covid-19 atau sejak Maret 2020.

Perihal itu disampaìkan langsung Bupati Karimun Aunur Rafiq saat ditemui di Gedung Nasional Karimun, Senin (11/5/2020) kemarin.

Menurutnya, ratusan karyawan itu didominasi dari sektor pariwisata seperti hotel dan resort di Karimun. Hal itu disebabkan terjadinya penurunan ukupansi atau tingkat hunian sejak terjadi pembatasan kunjungan.

“Ada sebanyak 300 karyawan di- Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat dampak pandemi Covid-19 di Karimun. Terbanyak dari sektor pariwisata,” kata Rafiq, Senin (11/5/2020).

Sektor pariwisata paling terdampak tersebut, antara lain ialah Resort Telunas milik pengusaha asal Amerika Serikat yang terletak di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun. Sedikitnya, ada 100 karyawan harus dilakukan PHK akibat pandemi Covid-19 ini.

“Kurangnya akupansi atau tingkat hunian membuat manajemen Telunas Beach Resort itu terpaksa memangkas biaya operasional mereka, salah satunya dengan mengurangi jumlah tenaga kerja. Sedikitnya 100 tenaga kerja Telunas Beach Resort terpaksa mendapat PHK,” kata Rafiq.

Selain 300 karyawan dilakukan PHK, terdapat 700 pekerja turut kehilangan pekerjaan, disebabkan habis kontrak dam tidak mendapatkan perpanjangan kontrak di masa pandemi Covid-19.

“Sebanyak 700 tenaga kerja habis masa kontrak kerjanya. Total ada lebih kurang seribu tenaga kerja di Karimun yang di-PHK dan habis masa kontrak,” kata Rafiq.

Bupati menyarankan sebanyak seribu tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan saat masa Pandemi Covid-19, dipersilahjan untuk mengurus kartu prakerja, program dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Tenaga Kerja.

“Ngurusnya secara online, kerjasama dengan bank BRI,” katanya.

Di Karimun sendiri, Rafiq menyebut program Kartu Prakerja sudah mulai dibuka belum lama ini.

“Saya lagi minta data sama Kadisnaker, berapa orang pekerja kita yang telah dapat kartu pra kerja,” kata Rafiq.

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karimun, sebanyak 8 hotel dan 4 wisma di Karimun tutup sejak Maret 2020 atau selama pandemi Covid-19. Akibatnya ratusan karyawan terpaksa diberhentikan atau dirumahkan. (rk)