Batam – Kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Kota Batam meningkat sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelum lalu. Terutama Wisman dari negara Malaysia.
Hal ini dapat dilihat dari jumlah penumpang dari Malaysia ke Pelabuhan Internasional Kota Batam yang meningkat sebesar 20 persen, akhir pekan kemarin, jika dibanding daripada tahun sebelumnya.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Dendi Gustinandar, dalam silaturahmi bersama seratusan pesepeda lipat yang tergabung dalam komunitas Batam Folding Bike (BFB), Minggu (29/12/2024) pagi, di Pelabuhan Internasional Sekupang.
“Yang paling banyak itu sekarang dari Malaysia,” ungkap Dendi.
BUP BP Batam bersama BFB berkolaborasi dalam event Last Sunday Ride, gowes bersama menutup tahun 2024. Kolaborasi ini bertujuan dapat membuka peluang baru untuk program dan aktivitas yang inovatif. Muaranya tetap untuk meningkatkan kesehatan dan menumbuhkan semangat berolahraga, terutama bersepeda.
BUP BP Batam bersama BFB berkolaborasi dalam event Last Sunday Ride, gowes bersama menutup tahun 2024.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam hingga Oktober 2024 tercatat mencapai 1 juta lebih kunjungan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Dari data yang diterima hingga Oktober 2024, ada 1.048.297 wisman datang ke Batam. Sejak Mei 2024, rata-rata kunjungan mencapai 100.000 hingga 120.000 wisman per bulan.
Meningkatnya jumlah wisatawan tersebut tentu harus diiringi dengan pelayanan, termasuk di pelabuhan domestik. Karena banyak wisatawan yang ingin melanjutkan perjalanan ke daerah lainnya di Kepri. Hal juga telah mereka bicarakan dengan asosiasi pariwisata. “Sehingga kita lakukan pembenahan di pelabuhan domestik,” kata Dendi.
Dendi Gustinandar dalam forum silaturahmi tersebut menyampaikan secara singkat perkembangan tentang kepelabuhan di Batam. Menurut Dendi, telah banyak yang berubah. Pihaknya terus melakukan inovasi tak hanya di pelabuhan domestik, internasional, tapi juga di Pelabuhan Peti Kemas Batuampar. Tak lain kata Dendi, untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.
“Yang terbaru pindahnya tempat sandar kapal Pelni ke Pelabuhan Bintang 99 Batuampar dari Pelabuhan Peti Kemas Batuampar,” ungkapnya.
Dendi sangat sepakat kolaborasi terus ditingkatkan. Dia pun mencontohkan kolaborasi antara Singapura dan Malaysia yang akan membuat tempat pelintasan di satu tempat yang akan mempermudah dalam lintas batas di kedua negara.
“Nanti 2027, Johor dan Singapura akan ada LRT, jadi Imigrasinya jadi satu tempat. Misal kita dari Johor, jadi begitu sampai di Singapura langsung bisa ke luar. Saat ini setiap hari ada 400 ribu orang yang lalu lalang Malaysia ke Singapura lewat 2 jembatan,” ungkapnya.
Dendi menilai kolaborasi Singapura dan Malaysia sangat bagus dalam Special Economi Zone. Oleh sebab itu, hal tersebut menjadi percontohan di Kota Batam. Pihaknya tetap berupaya melakukan kolaborasi dengan seluruh pihak dan juga melakukan inovasi.
“Kita juga harus bekerjasama. Sudah saatnya kita berkolaborasi,” kata Dendi
Dendi pun berterima kasih pada anggota BFB yang telah menyampaikan masukan dan informasi positif demi perkembangan Batam ke depan.
Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Ketua Aliansi Maritim Indonesia (Almi), Osman Hasyim. Osman pun menyampaikan perkembangan terbaru di dunia maritim di Batam, yang mana saat ini berkembang pesat. (rst)

