Sejumlah perwakilan elemen masyarakat menandatangani kesepakatan untuk menjaga suasana kondusif saat perayaan Imlek tahun ini. Rapat ini digelar di Mapolres Karimun tadi pagi. (ian)
Sejumlah perwakilan elemen masyarakat menandatangani kesepakatan untuk menjaga suasana kondusif saat perayaan Imlek tahun ini. Rapat ini digelar di Mapolres Karimun tadi pagi. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Dalam rangka pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek 2568 pada 2017 ini, Kapolres Karimun mengundang forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD), tokoh masyarkat, tokoh agama, organisasi massa dan organisasi kepemudaan se-Kabupaten Karimun.

Kegiatan rapat yang digelar, Senin (16/1/2017) ini dilangsungkan di ruang Rumatama Mapolres Karimun.

Rapat menghasilkan tujuh kesepakatan yang sama-sama ditandatangani para peserta rapat.

Adapun butir kesepakatan tersebut yakni; pertama, sepakat untuk senantiasa memelihara kerukunan, keharmonisan, keseetiakawanan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan di wilayah Kabupaten Karimun.

Kedua, sepakat untuk saling menghormati dan menghargai selama berlangsungnya perayaan imlek 2568 tahun 2017 di wilayah kabupaten karimun.

Ketiga, sepakat untuk menyelesaiakan permasalahan secara kekeluargaan apabila terjadi perselisihan dengan meredam gejolak dan tidak melakukan upaya-upaya provokatif.

Keempat, sepakat untuk bersama pemerintah Kabupaten Karimun dan Polres Karimun dalam mengawal perayaan tahun baru Imlek 2568 yang aman dan kondusif.

Kelima, sepakat untuk tidak terpengaruh dengan peristiwa2 yang terjadi baik nasional maupun internasional yang bersentuhan dengan terganggunya kerukkukann masyarakat di karimun.

Keenam, agen tidak boleh menjual mercon atau kembang api yang berkapasitas daya ledak tinggi dan tidak menjual laki kepada pengecer untuk perayaan imlek.

Dan, terakhir atau ketujuh, untuk pembunyian mercon dan penyalaan kembang api mengacu pada kesepakatan yang telah disepakati pada tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kapolres Karimun, AKBP Armaini mengatakan tujuan diadakan rapat ini untuk berdiskusi terkait potensi-potensi gangguan kamtibmas yang mungkin akan terjadi pada saat perayaan hari raya Imlek ini dan untuk mencari solusinya.

“Memang peryaan Imlek di Karimun ini kental dengan tradisi-tradisinya, yang mana masyarakat Tionghoa di Karimun ini cukup banyak, sehingga kita perlu stategi khusus dalam rangka menciptakan keamanan yang lebih baik lagi. Intinya kita sepakat untuk menjaga kerukunan beragama dan senantiasa untuk menjaga Kamtibmas di Karimun ini,” kata Armaini. (ian)