CHT alias Indra saat menjalani pemeriksaan di ruang tipikor Polres Karimun
CHT alias Indra saat menjalani pemeriksaan di ruang tipikor Polres Karimun (ian)

Karimun, Lendoot.com – CHT alias Indra (29), oknum pegawai PLN Sub Rayon Tanjungbalai Karimun yang tertangkap tangan Tim Saber Pungli Polres Karimun pernah menjabat sebagai Kepala Sub Rayon PLN Cabang Buru.

Itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara saat diwawancarai wartawan di Mapolres Karimun, Selasa (13/2/2018).

“Lima bulan yang lalu pelaku masih menjabat sebagai Kepala Sub Rayon PLN Tanjungbalai Karimun cabang Buru,” kata Lulik.

Lulik menjelaskan, kasus OTT ini berawal dari Indra yang saat itu menjabat sebagai Kepala Sub Rayon PLN Tanjungbalai Karimun cabang Buru, warga yang saat itu pindah rumah, memindahkan meteran listriknya ke tempat baru, pemindahan tersebut dilakukan oleh Indra.

“2 tahun yang lalu saat pelaku masih menjabat Kasubsi di Buru, dia sendiri yang melakukan pemindahan,” ucap Lulik.

Setelah Indra pindah tugas ke PLN Sub Rayon Karimun, Ia mendapat kesalahan terhadap salah seorang pelanggan dan dikenai dengan denda Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Namun jumlah denda yang harus dibayar oleh warga tersebut tidak pasti.

“Awalnya tersangka meminta sejumlah uang sebesar Rp 32 juta, tapi setelah nego-nego jadi Rp 15 juta,” kata Lulik.

Lulik menambahkan, saat penangkapan, tersangka mengaku uang yang ada dalam amplop tersebut sebesar Rp 10 juta.

“Ternyata setelah di cek ada Rp 15 Juta,” ucap Lulik.

Hingga saat ini polisi telah memeriksa beberapa saksi terkait OTT ini. Sementara untuk pasal yang dikenakan yakni pasal 8, ayat 12 e kewenangan undang tipikor dan pasal 368 tentang pemerasan. (ian)