Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Rayendra (kiri foto) menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari tersangka
Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Rayendra (kiri foto) menunjukkan barang bukti sabu yang diamankan dari tersangka (Riandi)

Karimun, Lendoot.com – Satnarkoba Polres Karimun membekuk dua tersangka tindak pidana Narkotika jenis Ganja dan Sabu-sabu di dua lokasi yakni, Bukit Cincin, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral dan di Jalan Poros, Kelurahan Tebing, Kecamatan Karimun.

Untuk penangkapan tersangka penyalahgunaan sabu-sabu isinial IW dilakukan polisi pada, Rabu (9/5/2018) lalu sekira pukul 14.00 WIB di daerah bukit cincin. Penangkapan tersebut setelah adanya laporan dari warga adanya seseorang melakukan transaksi narkoba jenis sabu di lokasi tersebut.

Sementara untuk penangkapan tersangka kedua inisial MH diamankan di Jalan Poros, Jumat (11/5/2018) sekira pukul 15.10 WIB. Penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Rayendra Arga Prayana.

Kasat Narkoba, AKP Rayendra mengatakan, saat dilakukan penggeledahan pihaknya menemukan 5 paket kecil jenis sabu seberat 0,95 gram yang disimpan di dalam Hanphone, 2 unit timbangan digital, 1 buah alat hisap sabu, 1 buah kaca pyrex 4 buah mancis gas, 2 buah gunting, belasan kaca pyrex, 1 bungkus plastik pembungkus sabu, slip pengiriman dan beberapa Hanphone.

“Atas temuan tersebut, setelah kita lakukan interogasi, dia baru mengaku bahwa barang tersebut miliknya. Dia ini mendapat barang itu dari TA yang saat ini masih DPO,” kata Kasat Narkoba Polres Karimun, Senin (14/5/2018).

Sementara untuk tersangka MH, setelah dilakukan interogasi, MH mengaku ada membawa ganja yang disembunyikan di semak belukar tidak jauh dari lokasi tersebut.

Kemudian polisi mengambil barang tersebut dan ditemukan 2 paket besar jenis ganja seberat 133,97 gram yang bungkus menggunakan kertas nasi dan dimasukkan dalam kantong plastik.

“Menurut pengakuannya, barang ini didapat dari ML yang saat ini masih DPO. Atas perbuatannya kedua tersangka diancam pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. (Riandi)