Karimun, Lendot.com – Pusat latihan Seni Pelangi Budaya Studio mewakili Kabupaten Karimun mengikuti iven “Batam Menari” yang diselenggarakan oleh BP Batam di sekitar wilayah Batam Center, Minggu (8/4/2018) lalu.

Dalam kegiatan ini sebanyak 25 penari dari Pusat Latihan Seni Pelangi Budaya Studio Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau tampak mengikuti ajang “Batam Menari 2018”.

Fenni Rahayu, Managger Pusat Latihan Seni Pelangi Budaya Studio Kabupaten Karimun mengatakan, dirinya tidak menyangka jika penarinya dapat ikut serta dalam pelaksanaan “Batam Menari” tersebut.

“Kegiatan Batam menari yang diselenggarakan oleh BP Batam ini, sebelumnya kami tidak menyangka untuk ikut, namun atas rekomendasi Bupati Karimun melalui dinas pariwisata Kabupaten Karimun kita ditunjuk untuk ikut,” kata Fenni, Selasa (10/4/2018) sore.

Fenni menambahkan, dengan kesibukan pihaknya yang usai tampil secara langsung dalam opening Ajang Pencarian Bakat Penyanyi Dangdut di Stasiun televisi Indosiar beberapa waktu lalu. Namun tim-nya selalu siap untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Awalnya untuk mengikuti kegiatan ini kami mendaftar via online walaupun waktu yang mepet. Karena kemarin kita juga habis sibuk kegiatan yang di Jakarta. Namun alhamdulillah penari kita selalu siap, apalagi untuk mempromosikan Kabupaten Karimun,” ujarnya.

Menurut Fenni, kegiatan Batam menari yang diselenggarakan oleh BP Batam ini dapat membawa pengaruh positif untuk kemajuan Batam, terutama meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata serta dapat menumbuhkembangkan kesenian di bidang tari.

Diketahui, Acara “Batam Menari 2018” yang diselenggarakan oleh BP Batam di sekitar Batam Centre sejak tanggal 8 hingga sampai 8 April ini adalah bertujuan untuk menciptakan sejarah di Kota Batam. Dimana event ini mampu mendapatkan rekor MURI sebanyak 22.000 peserta tari.

Acara “Batam Menari 2018” ini juga melibatkan banyak unsur, yakni dari BP Batam sendiri, Pemkot Batam, TNI/Polri, Paguyuban-Paguyuban, dan berbagai kelompok lainya hingga pelajar dan mahasiswa.

Untuk tarian berdurasi 5 menit itu, Guruh Soekarno Putra yang merupakan koreografi sekaligus pencipta tarian Rampai Batam ini mengatakan terdapat empat unsur etnis yang dihadirkan dalam tarian. Yakni Melayu, Minang, Batak dan Cina.

“Nama tariannya adalah Rampai Batam. Rampai kan artinya bermacam-macam kelopak bunga, tapi Rampai tarian khas Batam ini adalah tarian yang mewakili dari beberapa etnis yang menunjukkan multi etnis di Batam,” ujar Guruh Soekarno Putra dalam pernyataanya, Kamis,” ujarnya.

Untuk acara puncak ditutup dengan konser Wali, Zaskia Gotik, Angel Percuission dan MC Ivan Gunawan. (Riandi)