Karimun, Lendoot.com – Akhirnya FR (27) seorang Sales bodong yang sempat meresahkan masyarakat Kabupaten Karimun belakangan ini berhasil diamankan jajaran anggota Polsek Tebing saat menjajakan barang dagangannya di kawasan Kapling, Kamis (13/12/2018).

Sebelumnya FR ini berpura-pura menawarkan pemasangan selang regulator pada kompor gas subsidi yang diberikan oleh Pemerintah. Diketahui, ia bukan memasang regulator tersebut secara benar namun, ia malah merusak regulator milik Winarni warga Bangun Sari, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

Kapolsek Tebing AKP Budi Hartono menjelaskan, mendapat laporan tentang adanya informasi terkait modus pemasangan alat regulator pada gas yang tersebar di Facebook, akhirnya jajarannya beraksi dan mendapati pelaku di kawasan Kapling saat menjajakan barang dagangannya.

“Pelaku kita amankan karena telah adanya info yang tersebar di facebook tentang modus jasa pemasangan regulator, namun bukan memasang tapi merusaknya. Pelaku yang mengaku petugas dari pertamina ini kita amankan di kawasan Kapling saat menjajakan barang dagangannya,” jelasnya, Jumat (14/12/2018) sore.

Budi mengatakan, setelah dilakukan interogasi terhadap FR, ia mengaku tidak sendiri menjalankan aksinya tersebut, melainkan ada 16 rekannya lagi yang saat ini tersebar di Pulau Karimun dan Pulau Kundur.

“Mereka ini ada banyak. Ada 16 orang yang tersebar, 11 orang di Pulau Karimun dan sisanya di Pulau Kundur,” katanya.

Adapun tujuan mereka ke Kabupaten Karimun, Budi menuturkan mereka telah mengetahui adanya pembagian paket tabung gas LPG, oleh karena itu Kabupaten Karimun salah satu menjadi target mereka.

“Mereka mengaku datang ke Karimun karena tahu kalau Karimun baru saja mendistribusikan paket gas subsidi dari pemerintah. Mereka ini diketahui warga Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung,” tuturnya.

Saat ini polisi tidak melakukan penahanan terhadap FR, namun harus membuat surat perjanjian tidak mengulangi nya lagi dan meninggalkan Kabupaten Karimun dengan mendatatangani surat pernyataan tersebut.

Untuk teman lainnya, pihak pengawas dari pertamina sedang melacak dan mengawasi keberadaan mereka. Jika kedapatan, mereka juga akan dipulangkan ke tempat asal dan menandatangani surat perjanjian tersebut. (Riandi)