Pembukaan acara Gema Cermat di Hotel Aston, kemarin. (riandi)
Pembukaan acara Gema Cermat di Hotel Aston, kemarin. (riandi)

Kepri, Lendoot.com – Dinas Kesehatan Provinsi Kepri menggelar kegiatan Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). Acara ini mengadung beberapa pesan penting di antaranya; salah mengkonsumsi obat bisa berdampak pada penyakit bahaya lainnya.

“Akibat mengkonsumsi obat yang tidak rasional dapat membahayakan tubuh dalam jangka panjang, contohnya menyebabkan hipertensi, gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Jadi jangan mengkonsumsi obat sembarangan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana di sela acara tersebut di aula Hotel Aston Karimun, Senin (9/7/2018).

Tjetjep juga mengatakan, Gema Cermat ini mulai dicanangkan sejak 2015 lalu. Tujuannya agar masyarakat dapat menggunaan obat secara rasional, atau pasien medapatkan obat yang tepat sesuai dengan sakit yang dideritanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, jumlah pasien yang harus menjalani cuci darah rutin terus bertambah secara drastic. Ini ditandai dengan penderita gagal ginjal yang semakin banyak.

Hal ini tak lepas dari ketidaktepatan masyarakat dalam mengkonsumsi obat-obatan.

“Di tahun 2010 terhitung penderita gagal ginjal di Kepri yang harus melakukan cuci darah sebanyak 85 orang. Sementara di tahun 2018 ini tercatat sebanyak 800 lebih pasien yang harus cuci darah di seluruh rumah sakit yang ada di Kepri. Kenaikan terus terjadi di setiap tahunnya, situasi ini karena ada yang tidak cerdas minum obat,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut diikuti sebanyak 160 peserta yang terdiri dari kader-kader kesehatan yang ada di masyarakat. Yang nantinya mereka akan dibina oleh agen of change yang berasal dari tenaga kesehatan san apoteker.

“Apabila program Gema Cermat dapat dilaksanakan 100 persen, maka tiga tahun mendatang, tidak ada lagi masyarakat Kepri yang melakukan cuci darah. Melalui kader-kader ini akan dapat memberikan informasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyrakatan dan Pemberdayaan Manusia Kabupaten Karimun, Usman Ahmad mengatakan, kesehatan masyarakat bukan serta-merta tanggungjawab pemerintah. Namun seluruh pihak, baik swasta, organisasi profesi serta kelembagaan masyarakat harus ikut berperan.

“Semoga gema cermat dapat terus berjalan dengan baik sehingga timbul kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat yang benar,” pungkasnya. (riandi)