Suasana pres rilis tangkapan narkoba di Mapolres Karimun, pagi tadi. (ian)
Suasana pres rilis tangkapan narkoba di Mapolres Karimun, pagi tadi. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Polres Karimun Satuan mengungkap kasus penyeludupan narkotika jenis sabu seberat 2,65 kilogram, Jumat (17/3/2017) sekira pukul 20.00 WIB. Pengungkapan kasus ini dilakukan di perairan Pangke.

Selain sabu, polisi juga mengamankan sebanyak 3.500 butir H5 atau jenis psikotropika yang dikenal dengan nama Happy Five.

H5 adalah produk dari Jepang. Di sana namanya Erimin, nama jalanannya `Happy Five. Barang ini ditengarai sudah beredar di banyak negara Asia Tenggara seperti Singapura, Laos, Hongkong dan Indonesia.

Kapolres Karimun, AKPB Armaini di Rupatama Mapolres Karimun mengatakan, barang tersebut dibawa dari Malaysia dengan menggunakan kapal kayu yakni KM Adinda yang dinahkodai HR serta dua orang ABK yakni RK dan AR di perairan Pulau Babi Karimun.

Di atas kapal, polisi menemukan kardus berisikan dua paket besar narkotika diduga jenis sabu dibungkus dengan kemasan teh seberat 2,100 gram, 1 kecil paket sabu dengan berat 301,22 gram 1 paket kecil sabu 130,23 gram dan 2 paket besar Happy Five 3500 butir.

“Barang tersebut disimpan di geladak kapal. Kita sudah tetapkan satu orang tersangka yakni nakhoda kapal HR. Sedang kedua ABK tidak mengetahui barang tersebut,” kata Kapolres Karimun AKBP Armaini, Selasa (21/3/2017).

Armaini menjelaskan bahwa, pengungkapan ini berawal dari hasil penyelidikan Polres Karimun yang mendapat informasi ada warga Karimun yang akan melakukan penyeludupan narkotika dari negara tetangga (Malaysia).

“Berkat hasil penyelidikan Polres Karimun yang mendapat informasi ada warga Karimun yang akan melakukan penyeludupan narkotika dari negara tetangga. Kejadin itu bermula pada Selasa lalu, ada sebuah kapal yang digunakan dari daerah sawang dan akhirnya kita cegat ditengah laut perairan Pangke,” jelas Armaini.

Selanjutnya, terhadap barang-barang tersebut dilakukan pengembangan dengan melakukan control delivery untuk mengetahui tujuan barang tersebut. Hasilnya diketahui barang tersebut akan diantarkan kepada tersangka lainnya yakni RC di sebuah hotel di Karimun.

“Anggota langsung menuju hotel dan mendapatkan tersangka YL, namun YL hanya sebagai penjemput. Pemilik barang tersebut RC, saat dihubungi YL, nomor bersangkutan tidak aktif,” katanya.

Saat ini RC telah masuk di dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sedangkan, HR, YL dan barang bukti diamankan di Mapolres Karimun. Adapun ancaman hukuman yang akan diterima kedua pelaku yakni hukuman penjara seumur hidup.

Sementara itu, Bupati Karimun, Aunur Rafiq sangat mengapresiasi atas pengungkapan yang dilakukan Polres Karimun dalam memerangi masukknya narkoba ke Karimun, sebab menurutnya Karimun memang daerah transit yang sangat mudah untuk dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab.

“Saya sangat mengapresiasi aparat penegak hukum yang ada di Kabupaten Karimun, ini merupakan bukti keseriusan aparat-aparat penegagak hukum baik dari TNI, Polri untuk memerangi masalah narkoba,” ucap Rafiq. (*)