Sejumlah Satgas dari Kanwil Kemenkum HAM Kepri saat razia di Rutan Tanjung Balai Karimun, beberapa hari lalu. (ian)
Sejumlah Satgas dari Kanwil Kemenkum HAM Kepri saat razia di Rutan Tanjung Balai Karimun, beberapa hari lalu. (ian)

Karimun, Lendoot.com – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun dianggap tidak memenuhi standar keamanan. Untuk itu Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepri, Bambang Widodo berencana merelokasinya.

Bambang mendorong relokasi Rutan Karimun dapat dilaksanakan mengingat dari penilaiannya, Rutan yang ada saat ini sudah tidak lagi memenuhi standar keamanan karena berada di tengah-tengah pemukiman penduduk.

“Ini baru wacana, karena relokasi memang tidak semudah itu. Sebab perlu kajian yang mendalam,” kata Bambang Widodo saat kunjungannya ke Karimun, beberapa hari lalu.

Ada beberapa ketentuan yang perlu dipenuhi untuk mendirikan sebuah Rutan. Salah satunya harus dekat dengan kantor kepolisian, dan memiliki ketersediaan air yang cukup untuk kebutuhan para penghuni rutan.

Berdasarkan teori pengamanan, sebuah rutan harus memiliki satu daerah teritorial pengamanan yang berlapis, daerah privasi dan sekresi dengan pagar yang letaknya berjarak yang agak jauh dari bangunan Rutan atau rumah warga.

“Pagar Rutan Karimun sangat dekat bangunan, jalan dan rumah penduduk. Seseorang bisa dengan mudah melemparkan sesuatu ke dalam atau atap Rutan, seperti narkoba atau barang terlarang lainnya,” ujarnya.

Dari hasil Sidak lalu, katanya, sebagai contohnya. Saat razia yang digelarnya, Satgas kamtib menemukan barang terlarang dan alat bantu untuk mengkonsumsi narkoba. (sjs/ian)