Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Rumah Warga Pesisir di Tanjung Irat Roboh Diterjang Angin Kencang

Kondisi rumah warga di Desa Tanjung Irat yang roboh dihantam angin kencang. (ft wandi)

Kondisi rumah warga di Desa Tanjung Irat yang roboh dihantam angin kencang. (ft wandi)

 Lingga – Angin kencang yang melanda Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Minggu 7 Juni 2026 sore, merobohkan sebuah rumah milik Samsinar (61).

Bangunan yang berdiri di kawasan pesisir itu ambruk setelah tiang penyangganya yang sudah lapuk tidak lagi mampu menahan terpaan angin.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 WIB di RT 002/RW 001 Dusun Cukas. Warga sekitar sempat dikejutkan suara keras saat bagian rumah tiba-tiba runtuh dan menghantam tanah.

Kepala Desa Tanjung Irat, Yanto, mengatakan kondisi rumah tersebut memang sudah lama memprihatinkan. Tiang penyangga setinggi sekitar 1,20 meter yang menopang bangunan mengalami kerusakan sejak beberapa tahun terakhir.

“Tiang rumah itu memang sudah rusak sejak lama. Ditambah lokasinya berada di kawasan pesisir yang cukup rentan terhadap cuaca ekstrem,” kata Yanto, Senin 8 Juni 2026.

Menurutnya, pemerintah desa sebenarnya sudah mengusulkan bantuan perbaikan rumah tersebut kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lingga sejak 2024.

Namun usulan itu belum sempat terealisasi sebelum rumah tersebut lebih dulu tumbang diterjang angin.

Nasib baik masih berpihak kepada Samsinar. Saat angin mulai bertiup kencang dan cuaca memburuk, ia memilih keluar rumah karena khawatir bangunan yang ditempatinya tidak mampu bertahan.

“Beruntung tidak ada korban jiwa. Saat kejadian ibu Samsinar sudah keluar rumah karena merasa kondisi cuaca semakin mengkhawatirkan,” ujarnya.

Sedikit ironis namun nyata, rumah itu seolah lebih dulu menyerah sebelum bantuan datang.

Tiang-tiang tua yang selama bertahun-tahun bertahan akhirnya kalah melawan hembusan angin yang hanya berlangsung beberapa saat.

Kini Samsinar yang hidup seorang diri harus kehilangan tempat tinggalnya. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ia selama ini belum mampu memperbaiki bagian rumah yang sudah lapuk dan rusak.

Pemerintah desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Kabupaten Lingga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, sementara rumah yang ambruk itu kini tidak lagi layak dihuni. (wan)

Exit mobile version