General Manager PT Pelindo I Tanjungbalai Karimun, Syahri Rahmadana saat diwawancarai di ruang kerjanya
General Manager PT Pelindo I Tanjungbalai Karimun, Syahri Rahmadana saat diwawancarai di ruang kerjanya (Riandi)

Karimun, Lendoot.com – Keluhan calon penumpang terhadap fasilitas ruang tunggu pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun yang pengap akibat pending in ruangan tidak memadai, membuat calon penumpang kembali bersuara, dijawab ringan General Manajer PT Pelindo I Tanjungbalai Karimun, Syahri Ramadana, belum lama ini.

Ketika dikonfirmasi Lendoot.com, Syahri mengatakan bahwa tidak maksimalnya pendingin ruangan itudikarenakan terjadinya penumpukan penumpang serta matahari yang langsung mengarah ke ruang tunggu pelabuhan saat menjelang siang hari.

“Ya memang kalau sudah menjelang siang di ruang tunggu itu panasnya luar biasa, karena matahari yang langsung mengarah dari laut ke ruang tunggu pelabuhan, ditambah saat ini terjadi peningkatan penumpang,” kata Syahri.

Pantauan Lendoot.com panasnya ruang tunggu tersebut sangat terasa. Terdapat 5 unit pendingin udara, namun terlihat yang berfungsi hanya dua unit saja. Sementara tiga unit lainnya terlihat rusak.

Kipas angin yang ada tidak membuat penumpang nyaman karena ruangan tersebut tertutup sehingga tidak ada sirkulasi udara yang membuat ruangan menjadi pengap karena jumlah penumpang yang cukup banyak meski sudah habis masa arus balik.

Syahri menyebut, pihaknya telah menambah beberapa unit kipas angin untuk menambah dinginnya ruangan tunggu di Pelabuhan. Sementara untuk pendingin ruangan dirinya mengaku tidak ada masalah.

Calon penumpang mengeluh karena merasa kewajibannya sangat tidak sesuai dengan hak yang didapatkan.

“Kami bukannya gratis. Kami sudah bayar kewajiban pas pelabuhan Rp 5.000, itu bukan sedikit kalau orang sedang penuh-penuhnya. Tapi fasilitasnya sangat mengecewakan. Uangnya dikemanakan?” kata seorang penumpang kepada Lendoot.com. (muhdsarih/parulianturnip)