Karimun, Lendoot.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun M Firmansyah meresmikan Laboratorium Patologi Anatomi serta Gudang arsip dan barang RSUD M Sani, Kamis (11/10/2018).

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, pengadaan Laboratorium Patologi Anatomi ini sebelumnya direncanakan sejak tahun 2011 lalu, namun pada tahun 2018 alat pendeteksi diaknosa penyakit kanker itu dapat hadir di RSUD M Sani melalui dana dari Kementerian Kesehatan sebesar 1,7 Miliar.

“Pengadaan ini direncanakan sejak tahun 2011, namun tahun ini baru dapat menghadirkan alat itu melalui dana Kemenkes yang berfungsi mampu mendeteksi diaknosa penyakit kanker. Ini memang sangat dibutuhkan di RSUD M Sani ini,” kata Rafiq.

Rafiq menjelaskan, dengan adanya alat tersebut untuk penyakit kanker tahap awal sudah bisa dilakukan di RSUD M Sani dan tidak perlu lagi harus di rujuk ke RSUD Kota Medan.

“Inilah langkah-langkah yang dilakukan RSUD M Sani yang sudah melakukan upaya peningkatan infrastruktur pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Karimun,” ujarnya.

Selain mengunjungi ruang Laboratorium Patologi Anatomi, Rafiq tampak mengunjungi Gedung yaitu Gudang Farmasi tiga lantai RSUD yang merupakan dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD M Sani sebesar 3,5 Miliar.

Rafiq menambahkan, dengan adanya peningkatan terhadap sarana dan prasarana ini kedepan mampu meningkat dan tidak lupa mengutamakan cepat, tepat, ramah dan senyum yang harus dimiliki oleh seluruh pelayan baik dokter, para medis dan seluruh karyawan sehingga memberikan rasa nyaman kepada pasien.

“Di sini saya juga titipkan kepada direktur RSUD, untuk terus berupa meningkatkan optimalisasi pelayanan kesehatan sehingga RSUD kita sesuai yang kita harapkan mampu memberikan pelayan kesehatan yang baik di masa yang akan datang,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD M Sani Zulhadi mengatakan, dengan meningkatkan penderita sakit kanker, maka pihaknya harus mengadakan Laboratorium Patologi Anatomi.

“Laboratorium Patologi Anatomi kebanyakan dilakukan untuk penyakit kanker, karena kita ketahui penderita kanker ini dalam sewaktu-waktu meningkat, dalam sebulan saja ada 5 atau 7 penderita,” katanya.

Untuk penanganan penyakit kanker, Zulhadi menuturkan, selama ini RSUD M Sani bekerjasama dengan Laboratorium yang ada di RSUD Kota Medan, namun dengan hadirnya alat tersebut maka tidak perlu lagi dilakukan rujuk.

“Selama ini kita bekerjasama dengan laboratorium yang ada di Kota Medan, tapi dengan adanya alat ini dan dokter spesialis nya juga sudah ada, maka bisa kita lakukan disini. Untuk pemeriksaan patologi anatomi ini diaknosa pastinya mendekati ke angka 100% karena kita melihat sel-sel kanker dengan alat yang kita adakan tadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, adapun jenis penyakit kangker yang sering ada adalah kanker serviks, kanker payudara, kanker dan paru-paru yang biasanya diderita di usia 40 ke atas.

“Kebanyakan itu kanker serviks, kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker-kanker lainnya. Biasanya pasien yang mengalami sakit kanker itu mendekati usia 40 keatas, namun ada juga anak-anak kanker darah,” tambahnya. (Riandi)