Karimun, Lendoot.com – Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pendidikan mengerahkan ribuan pelajar mengikuti pagelaran  Pawai Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 20 Kabupaten Karimun, Kamis (10/10/2019).

Pawai Budaya yang dilaksanakan di Panggung Putri Kemuning Coastal Area itu dibuka langsung Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim. Kegiatan itu diikuti ribuan peserta dari kalangan pelajar di Karimun yang terdiri dari siswa/i tingkat SD, SMP dan SMA.

Dengan menggunakan pakaian adat berbagai daerah di Indonesia, ribuan pelajar itu dengan bangganya berjalan menulusuri jalur pawai budaya dengan disaksikan ribuan masyarakat yang hadir di lokasi.

Dalam pawai budaya ini, para peserta mengenakan berbagai pakaian adat seperti Melayu, Papua, Tionghoa, Batak, bugis dan Sulawesi.

Selain pakaian adat, ada pula peserta yang menggunakan kostum seperti tentara, polisi, petani, dokter dan nelayan.

Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, kegiatan pawai budaya tahun 2019 ini diharapkan dapat menumbuh kembangkan seni dan budaya di Karimun, khususnya kepada generasi muda di Karimun.

“Anak-anak muda ini nantinya yang akan mewarisi keberagaman seni dan adat yang kita miliki. Sudah seharuanya kita mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta budaya kepada mereka” kata Anwar.

Wabup mengatakan, pawai budaya ini bertujuan untuk memaknai Hari Lahir Kabupaten Karimun yang ke 20 tahun. Diharapkan dari momentum tersebut dapat menjadi cikal bakal tumbuhnya semangat keberagaman dan toleransi di masyarakat, khususnya bagi anak-anak muda kelak.

“Momen ini dapat menjalin tali silaturahmi dapat memberikan kecintaan kepada generasi muda terhadap seni dan budaya yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Pawai budaya ini dilakukan dengan berjalan kaki di sepanjang jalan Costal Area Karimun yang menjadi ikon di Kabupaten maritim tersebut.

Dalam menyambut HUT Kabupaten Karimun sejumlah rangkaian kegiatan akan memeriahkan peringatan hari jadi Bumi Berazam.

Meriahnya acara sempat dinodai dengan ketidaksiapan panitia. Acara yang dijadwalkan  mulai pukul 07.00 WIB, namun baru dapat dilepas sekitar pukul 09.00 WIB. Ini membuat ribuan siswa yang berbaris dengan pakaian adat istiadat tersebut terlihat kepanasan dalam barisan.

Kendati demikian, acara tetap berlangsung meriah meski banyak terlihat wajah kecewa orangtua atas lambatnya pelaksanaan acara tersebut. “Agar menjadi perhatian panitia, ke depan harus sesuai jadwal. Kalau telat begini, kasihan anak-anak jadi kepanasan,” ujar satu orang tua kepada Lendoot.com di sela acara.

Selain pawai budaya, selanjutnya peringatan HUT Kabupaten akan dimeriahkan dengan acara Upacara Peringatan HUT dan Syukuran, Pemeriksaan kesehatan dan minum jamu, pentas seni, permainan rakyat Tabligh Akbar dan Mandi Safar. (ricky robiansyah/muhdsarih)