Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Ribuan Lampion Meriahkan Perayaan Tahun Baru Imlek di Karimun

Bupati Karimun meresmikan penyalaan perdana ribuan lampion di kawasan Meral Kota, Sabtu (7/1/2023).

Karimun, Lendoot.com – Sebanyak 1.200 lampu lampion hiasi jalanan kawasan Meral Kota menjelang perayaan Tahun Baru Imlek tahun 2023.

Cahaya merah dari lampu lampion itu tertata rapi sepanjang satu kilometer dan menjadikan kawasan tersebut terlihat sangat indah.

Moment itu menjadi salah satu daya tarik masyarakat Kabupaten Karimun, dikala perayaan Tahun Baru Imlek setiap tahunnya.

Bukan hanya bagi, warga Tionghoa, melainkan masyarakat lokal juga tertarik dengan suasana keindahan dari lampu lampion itu.

Ribuan lampu lampion itu dinyalakan secara serentak Sabtu (7/1/2023) kemarin dan akan menyinari suasana malam di kawasan Meral Kota hingga perayaan tahun baru Imlek berakhir.

Bupati Karimun Aunur Rafiq, mengatakan tradisi lampion jelang perayaan Imlek sudah secara turun temurun diselenggarakan masyarakat Tionghoa di Karimun.

“Kegiatan seperti ini sempat tertunda akibat Pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu. Tahun ini, kembali digelar dan semakin menambah kemeriahan dalam menyambut perayaan Imlek,” kata Rafiq, usai menghadiri penyalaan perdana lampu lampion secara serentak di kawasan tersebut.

Rafiq berharap, kemeriahan perayaan tahun baru Imlek di Karimun, dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan asing di Karimun.

Menurutnya juga, kegiatan seperti ini dapat memberikan multiplayer effect untuk perekonomian masyarakat sekitar.

“Tidak hanya budaya semata, tapi juga bisa memberikan daya tarik,” kata Rafiq.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Karimun, Hendrick Ho, menyebutkan bahwa penyelenggaraan even ini atas dasar aspirasi masyarakat dalam menyambut Imlek.

“Kesannya tahun ini kita memberikan suka cita kepada masyarakat. Apalagi kita didukung dari berbagai elemen,” katanya.

Ia menjelaskan filosofis yang terkandung dari penyalaan lampion tersebut, merupakan sebagai bentuk pengharapan di tahun yang baru agar diwarnai dengan rezeki, keberuntungan dan kebahagiaan.

“Sebenarnya tidak ada perbedaan. Intinya adalah untuk membawa dan mencapai rezeki yang maksimal di tahun-tahun mendatang,” kata Hendrik.

(*)

Exit mobile version