Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Riau-Kepri, Ajie Panatagama
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Riau-Kepri, Ajie Panatagama.

Karimun, Lendoot.com –  Jika Pemerintah Malaysia menyetujui usulan Pemerintah Indonesa terkait Johor Malaysia terhubung dengan Indonesia melalui Riau-Kepri, maka cita-cita Riau-Kepri  terhubung dengan Johor, Malaysia bisa tercapai.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Riau-Kepri, Ajie Panatagama mengatakan, wilayah Rupat akan menjadi bagian yang diusulkan akan dihubungkan dengan Johor-Malaysia. Rencananya sarana  penghubung ini menggunakan kapal roll on roll off (Roro), dengan konsep tol laut.

Ajie Panatagama mengatakan bahwa rencana itu akan diawali dengan komunikasi bilateral terlebih dahulu antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Malaysia.

“Dalam program perhubungan darat di Riau dan Kepri, ada dua hal yang kami targetkan. Pertama melanjutkan jaringan lintas Dumai-Malaka (Malaysia), dengan dihubungkan menggunakan kapal Roro. Kita akan coba koordinasi bilateral dengan pemerintah negara tetangga Malaysia,” ujar Ajie saat menghadiri peresmian pelayaran perdana tol laut berupa kapal roro Karimun-Selat Beliah, Jumat pekan kemarin (5/4/2019).

Ajie menargetkan, tahun 2022 sudah membentuk jaringan dan tinggal menunggu goal-nya saja.

“Harapan kami, Karimun ke depan jadi wilayah lebih baik, salah satunya hubungan lintas provinsi, yang bisa melanjutkan rute pelayaran kapal Roro dari Kundur ke Pelalawan-Riau,” jelas Ajie.

Dikatakan, rencana tersebut merupakan konsep nawacita Presiden Joko Widodo dalam rangka konektivtas. Dan ini juga menjadi tujuan manfaat bagi fungsi sosial.

“Ini adalah ralam rangka konektivitas,sehingga lebih banyak kerja keras dari seluruh stakeholder terkait,”  tambahnya. (trirahardi)

Bupati Karimun: Wacana ini Sudah Diungkapkan Nurdin Basirun tapi Lewat Jembatan Penghubung

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, konsep kontektifitas antar negara sudah diwacanakan Gubernur Kepri Nurdin Basirun,  beberapa tahun lalu, saat masih menjabat sebagai Bupati Karimun.

Kala itu, kata Rafiq, Nurdin mewacanakan program menyambungkan Malaysia-Karimun dengan menggunakan terowongan bawah tanah ataupun jembatan penghubung.

“Sehingga sudah dibuatkan nama konsepnye yakni Karimun Johor Riau (Kajori). Sudah ada pertemuan beberapa kali dengan pemerintah Malaysia, dan saat ini masih terus berproses. Anggaran yang dibutuhkan berkisar Rp 200 Triliun. Dengan menghubungkan negara tetangga hingga Provinsi tetangga, Pelalawan-Riau,” terang Rafiq. (trirahardi)