Site icon Lendoot.com | Trend Berita Karimun Kepri

Reses Marzuki di Mekar Jaya, Warga Titip Tiga Aspirasi: Masjid, Infrastruktur Sawah dan Jalan

NATUNA — Warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, memanfaatkan momentum kunjungan reses Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Marzuki, S.H., untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (11/8/2026) tersebut, sedikitnya tiga aspirasi utama dititipkan kepada Marzuki untuk diperjuangkan melalui jalur kebijakan dan penganggaran di tingkat Provinsi Kepri.

Ketiga aspirasi itu meliputi renovasi Masjid Al Ghofar, pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian, serta peningkatan akses jalan penghubung yang dinilai memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat Desa Mekar Jaya.

Kepala Desa Mekar Jaya, Eko Sri Mulyanto, menyampaikan langsung kebutuhan tersebut kepada Marzuki. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan bukan sekadar usulan pembangunan, melainkan kebutuhan yang berkaitan langsung dengan aktivitas sosial, keagamaan, hingga perekonomian masyarakat.

Renovasi Masjid Al Ghofar Jadi Perhatian

Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah kebutuhan renovasi Masjid Al Ghofar. Masjid tersebut menjadi salah satu fasilitas penting bagi masyarakat Desa Mekar Jaya dalam menjalankan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan.

Karena itu, dukungan terhadap renovasi diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jamaah sekaligus membuat fasilitas rumah ibadah tersebut lebih representatif. Selain sektor keagamaan, perhatian warga juga diarahkan pada infrastruktur pertanian. Desa Mekar Jaya memiliki potensi sektor pertanian yang cukup besar.

Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar aktivitas petani dapat berjalan lebih optimal.Kebutuhan infrastruktur pendukung sawah dinilai penting untuk menunjang produktivitas sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Jalan Penghubung Dinilai Jadi Urat Nadi Ekonomi

Aspirasi ketiga berkaitan dengan akses jalan penghubung. Bagi masyarakat desa, keberadaan jalan yang memadai bukan hanya menyangkut kelancaran mobilitas. Infrastruktur tersebut juga berhubungan langsung dengan distribusi hasil pertanian, akses masyarakat terhadap berbagai pelayanan, serta pergerakan ekonomi desa.

Dengan akses yang lebih baik, hasil produksi masyarakat diharapkan dapat lebih mudah didistribusikan dan aktivitas perekonomian dapat bergerak lebih lancar.

Menanggapi aspirasi tersebut, Marzuki menyatakan kesiapannya untuk membawa dan mengawal usulan masyarakat Desa Mekar Jaya sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Provinsi Kepri.

Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi efisiensi anggaran membuat setiap usulan pembangunan harus disusun berdasarkan skala prioritas.

“Belakangan ini efisiensi dilakukan baik di pemerintah pusat maupun daerah. Oleh karena itu, usulan yang masuk harus berbasis skala prioritas dan hal-hal krusial yang betul-betul diperlukan untuk mengakomodir kegiatan yang perlu diutamakan,” tegas Marzuki.

Menurut Marzuki, aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses akan menjadi bagian penting dalam penyusunan pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.

Karena itu, ia memastikan kebutuhan yang disampaikan masyarakat akan dibawa ke dalam agenda pembahasan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.

Reses tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat Desa Mekar Jaya untuk menyampaikan secara langsung persoalan pembangunan yang mereka hadapi.

Tiga aspirasi yang disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai catatan pertemuan, tetapi dapat dikawal hingga masuk dalam proses perencanaan pembangunan.

Di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran, warga kini menaruh harapan agar kebutuhan paling mendasar mulai dari rumah ibadah, infrastruktur pertanian hingga akses jalan tetap mendapatkan perhatian pemerintah. (Rap)

Exit mobile version