Karimun, Lendoot.com – Angka kasus TBC (tuberculosis) di Kabupaten Karimun cukup memprihatinkan. Yang terdata hingga saat ini mencapai 151 kasus. Angka ini belum termasuk masyarakat yang tercirikan terserang TBC, namun belum dan enggan memeriksakan dirinya, sehingga angka kasusnya ditengarai bisa lebih besar lagi.

Ini disampaikan Bupati Karimun Aunur Rafiq saat mengikuyi acara peringatan Hari TB (Teburkulosis) sedunia di Coastal Area, Sabtu (1/4/2017) pagi tadi.

Pernyataan Rafiq terkait penderita TB masih lebih besar daripada data dari Dinas Kesehatan Karimun tersebut, karena masih banyak masyarakat yang malu memeriksakan diri. Alasan lainnya juga karena tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk biaya perobatannya.

Dalam kesempatan itu, Rafiq mengimbau masyarakat agar mengikuti perobatan rutin dan mau memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Mengenai ketiadaan biaya, Rafiq memberikan solusi agar mayarakat segera menyertakan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan, atau jika tak mampu membayar iurannya, masyarakat diimbau mengurus SKTM (surat keterangan tidak mampu).

“Penyakit TB apabila hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan positif akan dilakukan pengobatan secara intensif dan diberikan obat dalam kurun waktu 2 tahun,” katanya.

Mengingat biaya pengobatan yang cukup mahal, Rafiq mengimbau masyarakat tidak mampu untuk mendaftarkan melalui BPJS atau SKTM. “Ikutlah program BPJS Kesehatan, atau urus SKTM dari pemerintah daerah untuk pengecekan kesehatan dan pengobatan serta perawatannya,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, tim di seluruh Puskesmas di Kabupaten Karimun sudah dilatih untuk door to door dalam mendeteksi dini penyakit TB dan HIV.

“Diharapkan dapat mengurangi dan mencegah penyakit TB dan HIV di masyarakat Kabupaten Karimun,” pungkasnya. (*)